News Aspirasi Rakyat - Faktual, Investigatif, Berimbang
Ilustrasi sidang nikson lende 3

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM

SUMBA BARAT DAYA – Sidang Kasus Dugaan Pembunuhan Berencana di Pengadilan Negeri Sumba Barat, pada Hari Selasa, 3/11/2020, dilaksanakan lewat Video Conference (Vicon), dengan agenda Pemeriksaan Terdakwa, mengejutkan keluarga korban sebab salah satu terdakwa, Pelipus Bali Loko alias bapa Ano, selaku pemilik rumah Tempat Kejadian Perkara (TKP), menyangkal  isi BAP yang dilakukan oleh penyidik Polda NTT padahal BAP tersebut telah ditandatangani oleh dirinya sendiri.

Pelipus alias Bapa Anno itu, melarikan diri setelah BAP yang dilakukan oleh Penyidik Polres Sumba Barat Daya, namun kemudian dia ditangkap di kabupaten Malaka di rumah mertuanya oleh aparat Polisi Polda NTT dan dimintai keterangan tambahan untuk melengkapi  BAP nya.

Menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum dalam sidang lewat Vicon, pada Selasa, 3/11/2020, Pelipus menyangkal pengakuannya sendiri yang tertuang  dalam Berita Acara Perkara ( BAP). Dia juga mengatakan kalau  dirinya sempat dicaci-maki dan dipukuli  oleh aparat polisi saat di Polda NTT.

Pelipus mengatakan lagi bahwa Penyidik Polda NTT tidak mengindahkan permintaanya untuk menghadirkan pendampingan dari Pengacara saat mengambil keterangan, padahal saat itu pengacaranya tentu tidak bisa hadir ke Polda karena penerbangan di NTT ditutup  sementara disebabkan terjadinya peningkatan jumlah pasien Covid-19 di daerah ini.

Menurut tanggapan pihak keluarga besar korban, yang diwakili oleh NN ( Red), penyangkalan oleh terdakwa Pelipus Bali Loko alias bapa Ano  dalam persidangan itu tidak bisa menghilangkan fakta- keterlibatanya dalam peristiwa pembunuhan yang menewaskan Yan Nikson Lende alias bapa Yahya.

Keluarga menceriterakan, peristiwa itu terjadi  di rumah PBL /TKP, yang  beralamat di Puu Ede,  Desa Wee Paboba, Kecamatan Wewewa Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya. Dan pada malam itu juga Pelipus langsung ditangkap oleh aparat polisi ketika hendak membersihkan bercak darah pada lantai dan tembok rumahnya. 

Dan setelah pengambilan BAP oleh Penyidik di Polres Sumba Barat, Pelipus  tidak ditahan sebagai tersangka padahal jelas-jelas pengakuan korban selamat bernama Agus Umbu Pati, mengatakan kalau Pelipus ikut aktif dalam pemukulan dan pembuhunahan di TKP.

Keluarga mangatakan, pagi hari setelah malam kejadian itu, keluarga langsung menemui korban yang selamat dan merekam dengan Video HP tentang apa yang diceriterakan oleh korban Agus Umbu Pati soal kejadian yang menimpa dirinya dan almarhum Yan Nikson Lende (Almarhum).

Dan sesuai dengan pengakuan Agus Umbu Pati di Pengadilan bahwa Pelipus alias bapa Anno lah yang tahan mobil  korban dan mengajak dirinya bersama korban alias bapa Yaya untuk duduk pada 2 kursi yg telah disediakan oleh para pelaku.

Setelah korban duduk , para pelaku mengajak minum Miras namun Agus menolak karena ingin kembali pulang ke rumahnya, dan pada saat itulah terjadi pemukulan terhadap mereka. Yang memegang dan memukul korban Agus adalah Bapa Anno dan Okta, sedangkan yang memegang dan memukul Bapa Yaya atau Yan Nikson Lende adalah Anis dan Wadi.

Pengakuan Agus pada keluarga, bahwa dia tidak melihat adanya orang yang bernama Timo pada malam kejadian itu, sehingga keluarga merasa aneh dan bertanya, mengapa Timo menjadi terdakwa dalam kasus ini ? apakah Timo hanya dijadikan sebagai peran pengganti untuk meringankan hukuman bagi salah satu pelaku tertentu ?

Lewat media ini, keluarga sangat mengharapkan pada pihak pengadilan Negeri Sumba Barat, melakukan persidangan secara langsung sehingga lebih jelas melihat gesture para pelaku ketika berhadapan langsung dengan jaksa dan hakim.

Menurut keluarga, sidang kasus lewat Vicon,  kuranglah maksimal untuk dapat mengetahui dengan jelas ucapan dan gerakan tubuh dari para pelaku ketika menjawab pertanyaan hakim dan jaksa.

“ Signal di Pulau Sumba ini kurang lancar, sehingga pembicaraan lewat Vicon terdengar kurang jelas dan dengan layar Vicon yang terbatas, maka gesture para terdakwa tidak terlihat jelas untuk dinilai kejujurannya,” Ujar NN, mewakili keluarga besar kedua korban.

Menurut keluarga korban, kasus itu merupakan pembunuhan berencana sebab 1 bulan sebelum kejadian, yakni pada tanggal 2 januari 2020,  seorang yang bernama Adipapa Lensa (AL), datang ke rumah Yan Nikson Lende ( Almarhum),  dan memberitahu kalau dirinya disuruh oleh Leti Alias Ama Aris untuk membunuh Nikson Lende pada malam tahun baru 2020, namun Adipapa Lensa menolak karena menurutnya bapa Yaya atau Yan Nikson Lende adalah orang baik.

Kedatangan Adipapa Lensa waktu itu disaksikan oleh 5 org (Wasti, Hesron, Ama Serly, Herman dan Yohan), yg telah disampaikan oleh saksi-saksi  dari keluarga korban saat di BAP oleh Penyidik Polres SBD  maupun oleh Penyidik Polda NTT.

Lewat Media ini, keluarga besar korban yang meninggal maupun korban yang  selamat, memohon kepada para hakim, agar menjatuhkan hukuman yang setimpal dan seadil-adilnya sesuai dengan perbuatan keji yang telah dilakukan oleh para terdakwa. (NAR/Tim).

 

1 1 vote
Article Rating

Baja Juga

Comment

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed

DIT PMMB DAN TAMAN BUDAYA NTT GAET KAUM MILENIAL IKUT WORSHOP PERFILMAN

Sab, 9 Okt 2021 11:22:38am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG - Direktorat Perfilman, Musik dan Media Baru (Dit.PMMB) Kementerian Pendidikan kebudayaan, Riset dan Teknologi...

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat Berikan Apresiasi Kepada Kepala BKD

Sen, 4 Okt 2021 09:45:20pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyampaikan apresiasi Kepada Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD)...

Presiden Joko Widodo Resmikan Terminal Baru Bandara Mopah di Merauke

Ming, 3 Okt 2021 07:59:32am

MERAUKE. NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM - Presiden Joko Widodo meresmikan terminal baru Bandara Mopah di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, pada Minggu, 3...

Langkah Nyata TPKAD dalam Meningkatkan Perekonomian Daerah

Rab, 29 Sep 2021 10:51:42am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG - Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) merupakan wadah koordinasi antar instansi dan stakeholder berperan...

Polri Soal Waspada Gangguan Kamtibmas Akhir Tahun : Kedepankan Preemtif, Preventif dan Represif

Sen, 27 Sep 2021 11:57:06pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, JAKARTA – Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD meminta aparat Kepolisian dan...

Wagub JNS : NTT Bangga Atas Prestasi Raju Sena Seran

Sab, 25 Sep 2021 05:31:25pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG - Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) menerima Raju Sena Seran, Atlet Peraih Medali Perak dan Perunggu PON XX...

DEKRANASDA NTT LAUNCHING “HAYDRINK” LIBATKAN MAHASISWA FARMASI

Jum, 24 Sep 2021 08:16:15am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG - Dewan Kerajinan Nasional Daerah ( Dekranasda) Provinsi NTT berkolanborasi  dengan Dapur Kelor Indonesia...

GUBENRNUR NTT : PARA ARSITEK ADALAH MANUSIA IMAJINATIF

Kam, 23 Sep 2021 11:43:45am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG - Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) beraudiens dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)  NTT di ruang...

Kemendagri Revisi Peraturan Tentang Pengelolaan Aset Desa

Kam, 23 Sep 2021 05:49:19am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, BOGOR - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Kementerian dan  Lembaga terkait menyelenggarakan  “Workshop...

MENGGUGAT HARAPAN KAUM PAPA DI MUSIM PANDEMI

Jum, 17 Sep 2021 09:57:32am

Wajah-wajah diam  berbalut masker berdiri di pintu rumah tak beratap sambil memandang kosong jauh mengambang. Tatapan mata mereka tampak layu tak...

MASTER IKLAN PEMPTOV NTT 17 AGUSTUS

Video Terbaru

iklan-bupati-ende-yg-di-pake
Iklan Ucapan Natal Dinas PUPR Prov NTT 2020

Berita Terbaru

Pendidikan Terbaru

Pendidikan Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Lewat ke baris perkakas