News Aspirasi Rakyat - Faktual, Investigatif, Berimbang
Foto

NEWS ASPIRASI RAKYAT.com – Dalam upaya memajukan kehidupan perekonomian masyarakat NTT, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bekerjasama dengan Pusat Studi Pangan dan Gizi (PSPG) LPPM Universitas Kristen Indonesia (UKI), melaksanakan Web Seminar (Webinar) tentang Kopi NTT dalam bingkai Produksi, Produktivitas dan Manfaat Kopi bagi Kesehatan.

Webinar ini menghadirkan Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef Adreanus Nae Soi, MM, sebagai Key Note Speaker bersama 4 pembicara utama yaitu, Dr. dr.  Carmen Siagian, MS, SpGK dari PSPG  (Pusat StudiPangan dan Gizi) – LPPM UKI, Tony Djogo, Msc, dari Staf Khusus Gubernur Provinsi NTT Bidang Pertanian,  Prof. Dr. Ir. Zubaidah Irawati, dari Purnabaki Peneliti BATAN dan Mikson Lakidang,  SPM.Agr.Sc,  dariStaf Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT.

Webinar ini dilakukan secara virtual pada tangga 25 Februari 2021, yang  dibuka resmi oleh Rektor Universitas Kristen (UKI), Prof. Dr. Dhaniswara K. Harjono SH, MH, MBA.

Wakil Gubernur NTT Drs. Josef Adreanus Nae Soi, MM, dalam  sambutan pembukaan mengatakan bahwa kegiatan seperti ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Universitas  Kristen Indonesia bersama Pemerintah Provinsi NTT untuk mendukung pengembangan kopi di NTT dalam beberapa dimensi.

Wagub NTT, Drs. Josef  Nae Soi MM,  menjelaskan,   pembangunan tanpa riset  dan kajian ilmiah akan kesulitan untuk mendapatkan data  dan analisis yang komprehensif dan integral untuk perumusan kebijakan, perencanaan dan disain pembangunan.

“Ada tiga dimensi penting dalam kerja sama ini yaitu, Dimensi idealis, dimensi realistis,  dimensi fleksibilitas dan Pemerintah akan  lebih fokus pada dimensi  realistis dengan fleksibilitas yang sesuai dengan kemampuan pemerintah,”ungkap Wakil Gubernur.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur menyampaikan Visi Misi NTT yang dicanangkan oleh Gubernur Viktor Laiskodat dan Wakil Gubenur Josef A. Nae Soi, yaitu  Bangkit dan NTT Sejahtera dengan  Pariwisata sebagai Prime Mover yang akan didukung oleh sektor pertanian, pembangunan infrastruktur dan sebagainya dan tetap fokus pada kebijakan pembangunan pertanian.

Wagub  mengharapkan ada tindak lanjut  dari Seminar ini untuk pengembangan kopi di NTT dengan dukungan riset ilmiah. Bantu disain pengembangan kopi NTT  agar lebih tinggi produksi dan produktivitas  serta nilai tambahnya.

“Kopi  menjadi bagian penting dalam kehidupan ekonomi masyarakat NTT dan dalam rantai pasok pariwisata di NTT. Bagaimana kita meningkatkan produksi dan produktivitas serta rantai nilai kopi NTT?”ucapnya.

Selanjutnya, Mikson Lakidang, SPM.Agr.Sc, dari  Staf Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT yang juga Master Trainer kopi, menyampaikan paparan tentang Keunggulan Kopi NTT Memasuki Nasar Nasional dan Internasional.

Mikson Lakidang, menyampaikan posisi NTT  di Indonesia sebagai produsen kopi dan memberikan peringatan bahwa  Nusa Tenggara Timur bisa darurat kopi/defisit kopi  pada tahun 2028 karena   trend konsumsi yang terus meningkat sementara kecepatan produksi kopi  rendah dan cenderung stabil tidak banyak meningkat.

Dia menyampaikan beberapa informasi menarik mengenai keunggulan dan kualitas kopi NTT, citarasanya dan penghargaan yang sudah diterima di manca negara maupun di Indonesia.

Mikson mengisahkan bahwa Tahun2019, Ibu Marselina Walu (AFB)Petani Kopi dari Wajamala menjadi Juara 1 lomba kebun kopi produksi tinggi di tingkat Nasional. Ibu Marselina juga satu-satunya Q-grader kopi yang ada di NTT. Tahun 2018 , Kopi Arabika Flores Manggarai- menerima penghargaan Gold  Gourmet, Agency for the Valorization of Agricultural Products (AVPA), Paris.  Pada tahun2017,dalam Kompetisi Festival Kopi Nusantara Bondowoso,  kopi Robusta Sumba meraih peringkat Juara 1sementara kopi Arabika Flores Bajawa, menjadi Finalis.

Mikson Lakidang, saat ini bekerja pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT dan banyak terlibat dalam berbagai program dan kegiatan pengembangan komoditas  perkebunan di NTT termasuk kopi sejak 2011. Dia juga adalah Master Trainer Kopi sejaktahun 2017 dan banyak melakukan pelatihan Petani dan Penyuluh Pertanian tentang budidaya kopi berkelanjutan. Mikson banyak menginisiasi dan memfasilitasi Festival Kopi FLOBAMORA – NTT sejak 2018.

Pemateri berikutnya, Dr. dr.  Carmen Siagian, MS, SpGK dari PSPG  (Pusat Studi Pangan dan Gizi) – LPPM UKI,  berbicara tentang kopi dari sudut pandang kesehatan. Dia menyampaikan informasi dan data menarik mengenai kopi dan Kesehatan dalam presentasinya tentang  Mitos dan Fakta Sekitar Kopi sertamen jelaskan beberapa senyawa kimia yang ada dalam kopi dan manfaatnya atau pengaruhnya pada kesehatan.

“Kopi mengandung senyawa kimia alkaloid kafein. Kafein miliki efek langsung dan tidak langsung oleh enzim sitokrom. Efeknya sangat tergantung pada sifatgenetika yang dimiliki masing-masing individu terkait dengan kemampuan metabolisme tubuh, dalam mencerna kafein oleh tipe enzim yang bisa berbeda yang ada dalam tubuh manusia yang berbeda,”jelas Dr. Carmen.

Katanya, Orang yang memiliki enzim CYP1A2-1 mampu memetabolisme kafein dengan cepat dan efisien sehingga efek dari kafein dapat dirasakan secara nyata. Enzim CYP1A2-2 memiliki laju metabolisme kafein yang lambat sehingga kebanyakan orang dengan tipe ini tidak merasakan efek kesehatan dari kafein dan bahkan cenderung menimbulkan efek yang negatif.

Kopi mengandung antioksi dan seperti polifenol, flavonoid, proantosianidin, kumarin, asam klorogenat, dan tokoferol. Dengan perebusan, aktivitas antioksi ini dapat ditingkatkan. Kopi mengandung  Asam Klorogenat : antioksidan yang dapat mencegah kerusakan sel melalui reaksioksidasi-reduksi dengan cara menangkap radikal bebas Reactive oxygen spesies (ROS).

Selain itu kopi mengandung asam klorogenat yang dapat menginduksiantioksidan endogen sehingga aktifitasnya meningkat.  Juga  mengandung riboflavin (vitamin B2), niacin (vitamin B3), asam pantotenat (vitamin B5), mangan, kalium, magnesium. Batas aman minum kopi yang dianjurkan adalah 2-4 gelas/hari , 200-400mg /hari.

Selanjutnya, Prof. Dr. Ir. Zubaidah Irawati, dari Purnabaki Peneliti BATAN,  yang  saat ini menjadi konsultan iradiasi pangan, menyampaikan makalah tentang Peningkatan Keamanan dan Mutu Biji Kopi dengan Teknologi Radiasi untuk Pangsa Pasar Internasional.

Prof Zubaidah mengingatkan bahwa pemilihan bahan pengemas dan  kondisi penyimpanan bisa memicu infestasi serangga (araecerusfasciculatus de geer)  yang dapat mempengaruhi mutu kopi. Beliau mengingatkan untuk waspada terhadap mikrobagram negatif di pabrik kopi dalam proses basah (fermentasialam) dan kering /dijemur karena ada endotoksin yang bias menyebabkan sesak napas/gangguan paru-paru pada pekerja di Gudang kopi .

“Teknik iradiasi dapat mengurangi kehilangan akibat kerusakan dan pembusukan, serta membasmi mikroba dan organisme lain yang menimbulkan penyakit yang terbawa oleh makanan. Iradiasi mampu mempertahankan keutuhan zat gizi aman, lezat dan layak dikonsumsi,”ucapnya.

Dia menjelaskan lagi bahwa teknologi ini membebaskan bahan pangan dari sumber kerusakan /cemaran :serangga, parasit dan mikrobapatogen penyebab penyakit (foodborne illness). Namun harus di diproses secara benar, dikemas dalambahan terpilih, didistribusikan dan disimpan pada kondisi yang tepat.

Sementara itu, Ir. Tony Djogo, Msc, yang adalah Staf Khusus Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Bidang Pertanian,  menyampaikan presentasi tentang Kebijakan Pemerintah Dalam Upaya Pengembangan Kopi di NTT.

Tony Djogo mengatakan bahwa Kopi NTT terkenal di mana-mana tetapi produksi dan produktivitasnya rendah. Perlu intervensi kebijakan yang terpadu oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten dan jika mungkin sampai ketingkat desa.

Selama ini dukungan anggaran terbesar berasal dari pemerintah pusat terutama untuk perluasan dan peremajaan. Dukungan untuk pengembangan UPH (Unit Pengolahan Hasil) masih sangat kecil. Anggaran pemerintah tidak selalu cukup dialokasikan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten.

“Apakah bisa didukung dengan  dana desa dan dana pihak ketiga yang tidak mengikat?”ucap Tony dengan nada penuh tanya.

Tony Djogomenekankanpada  tantangan dalam intervensi kebijakan untuk pengembangan kopi di NTT,antara lain,disebabkan oleh keterbatasan anggaran, permodalan,  sarana dan prasarana untuk mendukung perluasan dan peremajaan kopi maupun penguatan industri kopi rakyat dan SDM termasuk kapasitas petani, penyuluh dan kelembagaannya. Manajemen UPH perlu mendapat perhatian.

Tony juga mempresentasikan isu-isu dan tantangan intervensi kebijakan yang perlu dilakukan dengan menyampaikan beberapa temuan lapangan tentang budidaya, pengolahan, kelembagaan dan jaringan kerjasama serta pengetahuan dan keterampilan kapasitas petani.

Persoalan umumnya adalah kondisi tanaman yang tua dan rusak, populasi tanaman belum standar, banyak pohon pelindung sudah tua dan pola tanam yang tidak teratur, pemeliharaan dan pengelolaan kebun yang tidak intensif, penggunaan benih yang tidak unggul dan sebagainya. Industri pengolahan skala kecil di tingkat kelompok  (UPH) masih lemah.

Tony menjelaskan, tingkat produktivitas kopi di Indonesia cukup rendah bila dibandingkan dengan negara produsen utama kopi di dunia lainnya seperti Vietnam (1.540 kg/hektar/tahun), Colombia (1.220 kg/hektar/tahun dan Brazil (1.000 kg/hektar/tahun).  Indonesia masih berada di posisi 4 produsen kopi dunia. Peringkat pertama sampai ketiga ditempati Brasil, Vietnam, dan Kolombia (Data 2019).

Rata-rata produktivitas kopi NTT berkisar antara 200 – 600 kg per ha. Dibandingkan dengan daerah lain seperti beberapa Kabupaten di  Jawa Barat bisa mencapai 800 kg sampai lebih dari satu ton per ha. Tingkat nasional saat ini produktivitas kopi Indonesia baru mencapai 600 – 700 kg per hektar (ha), juga dinilai masih sangat kecil bila dibandingkan dengan potensinya yang bisa mencapai 2  ton per ha.  Pemerintah pusat menetapkan target 1.300 kg per ha.  Kapan dan bagaimana NTT bisa mencapai produksi kopi yang tinggi.

Tony prihatin dengan kebun-kebun kopi yang dilihatnya di beberapa kabupaten yang berada di NTT, karena melakukan pola tanam yang tidak teratur, pohon pelindung terlalu padat, terlalu tinggi  dan telalu banyak jenisnya.

“Ada pohon pelindung yang sudah mati kekeringan karena tua seperti pohon dadap di Bajawa yang tidak diremajakan. Jadi bukan hanya kopi yang diremajakan dan dirawat tetapi pohon pelindung juga. Di Sumba dan daerah lain pohon pelindung campuraduk dengan pohon buah-buahan seperti pisang, nangka, jeruk atau pohon penghasil kayu bangunan,”ujar Tony.

Untuk diketahui bersama bahwa Webinar ini diikuti sekitar 100 peserta, berasal dari berbagai kalangan seperti Pemerintah Provinsi, Kepala Dinas dan staf dari Kabupaten Ngada, Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat.

Seminar ini juga dihadiri oleh wakil Petani, Kelompok Tani, UPH, dan Perwakilan MPIG Kopi  Arabika Flores Manggarai dan MPIG Kopi Arabika Flores  Bajawa, kalangan swasta  dan akademik dan juga menghadirkan PKK  Provinsi NTT.

Seminar ini awalnya difokuskan pada daerah produksi kopi arabika Flores. Namun dalam kenyataan peserta dating dari berbagai kalangan dariluar NTTseperti dari jawa barat, Jawa Timur, Bali dll. Diharapkan agar kedepannya, ada diskusi lebih lanjut untuk mencakup kopi unggul dari pulau dan kabupaten lain, tidak hanya tentang kopi arabika tetapi juga kopi robusta.

Juga diharapkan ada tindaklanjut penelitian dan pengembangan serta disain pengembangan  kopi yang lebih terpadu karena Provinsi NTT mempunyai kopi-kopi unggul dariAlor, Flores Timur, Sumba dan Timor. (Vhegas/FNI)

 

 

0 0 votes
Article Rating

Baja Juga

Comment

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed

DIT PMMB DAN TAMAN BUDAYA NTT GAET KAUM MILENIAL IKUT WORSHOP PERFILMAN

Sab, 9 Okt 2021 11:22:38am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG - Direktorat Perfilman, Musik dan Media Baru (Dit.PMMB) Kementerian Pendidikan kebudayaan, Riset dan Teknologi...

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat Berikan Apresiasi Kepada Kepala BKD

Sen, 4 Okt 2021 09:45:20pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyampaikan apresiasi Kepada Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD)...

Presiden Joko Widodo Resmikan Terminal Baru Bandara Mopah di Merauke

Ming, 3 Okt 2021 07:59:32am

MERAUKE. NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM - Presiden Joko Widodo meresmikan terminal baru Bandara Mopah di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, pada Minggu, 3...

Langkah Nyata TPKAD dalam Meningkatkan Perekonomian Daerah

Rab, 29 Sep 2021 10:51:42am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG - Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) merupakan wadah koordinasi antar instansi dan stakeholder berperan...

Polri Soal Waspada Gangguan Kamtibmas Akhir Tahun : Kedepankan Preemtif, Preventif dan Represif

Sen, 27 Sep 2021 11:57:06pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, JAKARTA – Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD meminta aparat Kepolisian dan...

Wagub JNS : NTT Bangga Atas Prestasi Raju Sena Seran

Sab, 25 Sep 2021 05:31:25pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG - Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) menerima Raju Sena Seran, Atlet Peraih Medali Perak dan Perunggu PON XX...

DEKRANASDA NTT LAUNCHING “HAYDRINK” LIBATKAN MAHASISWA FARMASI

Jum, 24 Sep 2021 08:16:15am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG - Dewan Kerajinan Nasional Daerah ( Dekranasda) Provinsi NTT berkolanborasi  dengan Dapur Kelor Indonesia...

GUBENRNUR NTT : PARA ARSITEK ADALAH MANUSIA IMAJINATIF

Kam, 23 Sep 2021 11:43:45am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG - Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) beraudiens dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)  NTT di ruang...

Kemendagri Revisi Peraturan Tentang Pengelolaan Aset Desa

Kam, 23 Sep 2021 05:49:19am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, BOGOR - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Kementerian dan  Lembaga terkait menyelenggarakan  “Workshop...

MENGGUGAT HARAPAN KAUM PAPA DI MUSIM PANDEMI

Jum, 17 Sep 2021 09:57:32am

Wajah-wajah diam  berbalut masker berdiri di pintu rumah tak beratap sambil memandang kosong jauh mengambang. Tatapan mata mereka tampak layu tak...

MASTER IKLAN PEMPTOV NTT 17 AGUSTUS

Video Terbaru

iklan-bupati-ende-yg-di-pake
Iklan Ucapan Natal Dinas PUPR Prov NTT 2020

Berita Terbaru

Pendidikan Terbaru

Pendidikan Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Lewat ke baris perkakas