News Aspirasi Rakyat - Faktual, Investigatif, Berimbang
5 Jan 2021

TPDI NTT LAPORKAN KABALAI BP2JK NTT KE KPK

Admin - Dilihat 73 kali
foto

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM

KUPANG – Tim Pembela Demokrasi Indonesia NTT, Merdian Dewanta Dado, SH akhirnya melaporkan Kepala Balai Pelayanan Pelelangan Jasa Konstruksi (BP2JK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Andi Simil Safril ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi dalam proses lelang paket proyek pengerjaan Jalan Nasional Trans Flores, ruas Nangaroro-Maunori-Raja senilai Rp 32,8 Milyar.

Demikian disampaikan Advokat PERADI sekaligus Koordinator Tim Pembela Demokrasi  Indonesia Wilayah NTT/TPDI NTT, Meridian Dewanta Dado, SH melalui press rilis yang diterima Tim Media ini pada Senin (4/01/2021).

“Sebab berdasarkan informasi yang kami terima, ada kontraktor  tertentu yang berkepentingan untuk memenangkan proyek itu. Lalu mereka menggunakan berbagai daya upaya; berupa suap dan pemberian janji-janji kepada oknum pejabat penting dan penentu dalam proyek dimaksud,” ujar Meridian.

Oleh karena itu, lanjut Merdian, bila proyek dimaksud  tetap dipaksakan tender ulang /pemasukan penawaran ulang, maka semakin kuat dugaan bahwa Kabalai BP2JK NTT terindikasi telah tersandera kepentingan kontraktor tertentu untuk memenangkan proyek dimaksud.

“Mengikuti perkembangan tender proyek pengerjaan Jalan Trans Flores, ruas Nangaroro -Maunori – Raja senilai Rp 32,8 Milyar yang gagal sebagai akibat adanya sanggahan para peserta, TPDI NTT patut mencurigai adanya dua perbedaan sikap yang saling bertolak belakang satu sama lain antara dua orang pejabat tinggi pada institusi Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) NTT,” jelasnya.

Perbedaan sikap, kata Meridian, yang saling bertolak belakang satu sama lain itu tampak saat Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Wilayah IV Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) NTT Nino Sutrisno, ST, MT menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk melakukan tender ulang atau pemasukan penawaran ulang. Dan sesuai sanggahan dari peserta lelang, sebaiknya harus menunjuk saja pemenang tender dari salah satu peserta tender yang memenuhi syarat sebagai pemenang tender tersebut.

“Alasannya,  Pokja BP2JK NTT juga telah mengakui sanggahan dari peserta  lelang (PT. Novita Karya Taga, red) atas hasil evaluasi tender dan sanggahan mereka dinyatakan benar oleh Pokja BP2JK NTT,” tandasnya.

Koordinator TPDI NTT itu menambahkan, bahwa oleh karena Pokja sudah mengakui kebenaran sanggahan, maka kabalai BP2JK NTT dan anggota Pokja tinggal umumkan saja pemenang yang logis dan tidak menyalahi dokumen penawaran serta mengingat efisiensi waktu pelaksanaan pekerjaan.

Sementara itu Kepala Balai (Kabalai) BP2JK NTT, Andi Simil Safril justru menyatakan proyek Jalan Trans Flores, ruas Nangaroro -Maunori – Raja senilai Rp 32,8 Milyar harus dilakukan pemasukan penawaran ulang sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi Melalui Penyedia, dimana Pokja BP2JK NTT kini sedang melakukan persiapan terhadap proyek tersebut.

Menurut Meridian, TPDI NTT  justru sudah membaca secara menyeluruh Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia (RI) Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi Melalui Penyedia. Namun, didalam peraturan itu tidak ada satu pasal dan tidak ada satu ayat pun yang bisa menjadi rujukan untuk dilakukannya tender ulang /pemasukan ulang penawaran terhadap proyek Jalan Trans Flores, ruas Nangaroro -Maunori – Raja.

“Besok (Rabu, 06/01/2021), saya akan ke gedung KPK lagi untuk menyerahkan dokumen lelang kepada penyidik,” imbuhnya. (NAR/tim)

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM

KUPANG – Tim Pembela Demokrasi Indonesia NTT, Merdian Dewanta Dado, SH akhirnya melaporkan Kepala Balai Pelayanan Pelelangan Jasa Konstruksi (BP2JK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Andi Simil Safril ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi dalam proses lelang paket proyek pengerjaan Jalan Nasional Trans Flores, ruas Nangaroro-Maunori-Raja senilai Rp 32,8 Milyar.

Demikian disampaikan Advokat PERADI sekaligus Koordinator Tim Pembela Demokrasi  Indonesia Wilayah NTT/TPDI NTT, Meridian Dewanta Dado, SH melalui press rilis yang diterima Tim Media ini pada Senin (4/01/2021).

“Sebab berdasarkan informasi yang kami terima, ada kontraktor  tertentu yang berkepentingan untuk memenangkan proyek itu. Lalu mereka menggunakan berbagai daya upaya; berupa suap dan pemberian janji-janji kepada oknum pejabat penting dan penentu dalam proyek dimaksud,” ujar Meridian.

Oleh karena itu, lanjut Merdian, bila proyek dimaksud  tetap dipaksakan tender ulang /pemasukan penawaran ulang, maka semakin kuat dugaan bahwa Kabalai BP2JK NTT terindikasi telah tersandera kepentingan kontraktor tertentu untuk memenangkan proyek dimaksud.

“Mengikuti perkembangan tender proyek pengerjaan Jalan Trans Flores, ruas Nangaroro -Maunori – Raja senilai Rp 32,8 Milyar yang gagal sebagai akibat adanya sanggahan para peserta, TPDI NTT patut mencurigai adanya dua perbedaan sikap yang saling bertolak belakang satu sama lain antara dua orang pejabat tinggi pada institusi Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) NTT,” jelasnya.

Perbedaan sikap, kata Meridian, yang saling bertolak belakang satu sama lain itu tampak saat Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Wilayah IV Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) NTT Nino Sutrisno, ST, MT menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk melakukan tender ulang atau pemasukan penawaran ulang. Dan sesuai sanggahan dari peserta lelang, sebaiknya harus menunjuk saja pemenang tender dari salah satu peserta tender yang memenuhi syarat sebagai pemenang tender tersebut.

“Alasannya,  Pokja BP2JK NTT juga telah mengakui sanggahan dari peserta  lelang (PT. Novita Karya Taga, red) atas hasil evaluasi tender dan sanggahan mereka dinyatakan benar oleh Pokja BP2JK NTT,” tandasnya.

Koordinator TPDI NTT itu menambahkan, bahwa oleh karena Pokja sudah mengakui kebenaran sanggahan, maka kabalai BP2JK NTT dan anggota Pokja tinggal umumkan saja pemenang yang logis dan tidak menyalahi dokumen penawaran serta mengingat efisiensi waktu pelaksanaan pekerjaan.

Sementara itu Kepala Balai (Kabalai) BP2JK NTT, Andi Simil Safril justru menyatakan proyek Jalan Trans Flores, ruas Nangaroro -Maunori – Raja senilai Rp 32,8 Milyar harus dilakukan pemasukan penawaran ulang sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi Melalui Penyedia, dimana Pokja BP2JK NTT kini sedang melakukan persiapan terhadap proyek tersebut.

Menurut Meridian, TPDI NTT  justru sudah membaca secara menyeluruh Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia (RI) Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi Melalui Penyedia. Namun, didalam peraturan itu tidak ada satu pasal dan tidak ada satu ayat pun yang bisa menjadi rujukan untuk dilakukannya tender ulang /pemasukan ulang penawaran terhadap proyek Jalan Trans Flores, ruas Nangaroro -Maunori – Raja.

“Besok (Rabu, 06/01/2021), saya akan ke gedung KPK lagi untuk menyerahkan dokumen lelang kepada penyidik,” imbuhnya. (NAR/tim)

0 0 votes
Article Rating

Baja Juga

Comment

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed

Proyek Insenerator Dinas LHK NTT Senilai Rp 5,9 M Bermasalah

Sab, 10 Jul 2021 12:39:24am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG – Proyek pembangunan Insenerator (mesin pengolah limbah B3) senilai  Rp 5,9 Milyar pada Dinas  Lingkungan Hidup...

Desa Kaeneno Terang, Kades dan Masyarakat Ucap Terimakasih Bapak Gubernur

Kam, 8 Jul 2021 05:07:04pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), Kamis 08/07/2021, bertempat di ruang kerjanya, ...

Pusat Kajian Pendidikan dan Budaya Dewantara Lakukan Webinar Kebangsaan Untuk  Menguatkan Rasa Nasionalisme

Rab, 7 Jul 2021 09:28:11am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, JAKARTA - Pusat Kajian Pendidikan dan Budaya Dewantara/Yayasan Karakter Pancasila, melakukan kegiatan Webinar Kebangsaan...

Pemimpin Harus Mampu Tarik Orang Lain Dengan Teladan

Sel, 29 Jun 2021 03:30:49am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, Kupang - Wakil Gubernur NTT,  Josef Nae Soi (JNS)  menegaskan, pemimpin harus mampu mewujudkan semangat perubahan lewat...

Vaksinasi Covid-19 bagi Anak 12-17 Tahun Segera Dimulai

Sen, 28 Jun 2021 10:12:16pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, JAKARTA - Pemerintah akan segera melakukan vaksinasi Covid-19 bagi anak-anak berusia 12-17 tahun. Hal tersebut dipastikan...

Pengukuhan dan Pelantikan DPD Ikatan Alumni Lemhanas Provinsi NTT masa jabatan 2021-2026

Jum, 25 Jun 2021 01:51:54am

NEWS ASPIRASI RAKYAR.COM, KUPANG - Ketua Umum DPD DPD Ikatan Alumni Lemhanas, Jend. TNI. Purnawirawan Agum Gumelar melantik Dewan Pengurus Daerah...

Pater Gregorius Neonbasu SVD : Tari Perang Bernilai Sosial Untuk Kepentingan Bersama

Rab, 23 Jun 2021 05:33:37am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG – Pater Gregorius Neonbasu, SVD, yang adalah seorang antropolg asal NTT ini, mengatakan bahwa pada umumnya Tarian...

Ketua Umum PWRI Minta Bupati Bogor Jelaskan Maksud Ucapan Wartawan Bodrex

Sel, 22 Jun 2021 05:15:40pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Dr. Suriyanto PD angkat bicara terkait penyataan Bupati...

Kabid Kebudayaan TTS Oktan Betty : Tari  Ma’ekat adalah Tari Pengikat Persaudaraan  Setelah Perang

Sen, 21 Jun 2021 03:53:25am

NEWS ASPIRASI RAKYAT, SOE TTS – Tari Ma’ekat adalah Tari pengikat kembali persaudaraan yang sebelumnya telah terjadi silang pendapat dan...

Tim Peneliti BPNB Provinsi Bali : Tari Ma’ekat Adalah Ceritera Kegigihan Perang Manjaga Tanah Ulayat

Ming, 20 Jun 2021 04:47:39pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, SOE TTS – Tim Peneliti Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Provinsi Bali, yang terdiri dari I Gusti Ayu Armini,...

Video Terbaru

iklan-bupati-ende-yg-di-pake

Berita Terbaru

Pendidikan Terbaru

Pendidikan Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Lewat ke baris perkakas