News Aspirasi Rakyat - Faktual, Investigatif, Berimbang
15 Nov 2020

STATUS COLLECT 2, KREDIT CV MM LINEN BELUM MACET

Admin - Dilihat 52 kali
kasus sulayman

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM

KUPANG –  Status kredit Direktur CV MM Linen, Yohanes Sulayman (YS) dengan nilai sekitar Rp 44 Milyar belum dapat dikategorikan sebagai kredit macet karena statusnya masih berada pada Collect 2 (terlambat 28 hari) dan telah mendapat persetujuan restrukturisasi/penjadwalan ulang kredit dari Bank NTT.

Demikian diungkapkan Tim Kuasa Hukum terdakwa Yohanes Sulayman, Dr. Melkianus Ndaomanu, SH, M.Hum, Cindra Adiano, SH, MH, CLA dan Nurmawan Wahyudi, SH, MH dari Kantor Hukum Amos H.Z. Taka & Associates saat dikonfirmasi wartawan (saat skors Sholat Magrib, red) tentang adanya persetujuan restrukturisasi dari Bank NTT sebagaimana diungkapkan JPU dalam tuntutannya. Sidang tersebut dipimpin Ketua Majelis Hakim, Dju Johnson Mira Manggi, SH, M.Hum didampingi Anggota Majelis Hakim, Ali Muhtarom, SH, MH dan Ari Prabowo SH pada Kamis (12/11/20) sore hingga malam di Pengadilan Tipikor Klas IA Kupang.

Anggota Tim Kuasa Hukum, Nurmawan Wahyudi, SH, MH, mengakui bahwa kliennya telah mendapat persetujuan restrukturisasi/penjadwalan ulang kredit dari Kantor Pusat Bank NTT sebagaimana diungkapkan JPU dalam tuntutannya. “Benar ada permohonan restrukturisasi yang kemudian berdasarkan fakta persidangan yang tidak dapat disangkal lagi kebenarannya, bahwa permohonanan restrukturisasi ini disetujui oleh pihak Kantor Pusat Bank NTT selama 6 bulan dengan menangguhkan angsuran bunga dan pokok kredit. Dengan demikian, status kreditnya di hold dan tetap pada collect 2 sehingga belum dapat dikategorikan kredit macet,” tandasnya.

Karena itu, jelas Nurmawan, kliennya belum dapat dikategorikan sebagai debitur macet karena status kreditnya pada kolektabilitas 2. “Perlu dicatat, Pak Yohanes Sulayman baru terlambat mencicil kreditnya selama 28 hari. Artinya baru pada Collect 2, belum bisa dikategorikan kredit macet. Karena berdasarkan keterangan Saksi Ahli di persidangan, kredit dikategorikan macet bila status kredit sudah sampai pada Collect 5 (terlambat lebih dari 250 hari setelah jatuh tempo, red). Sedangkan status kredit klien kami baru sampai pada Collect 2,” tandasnya.

Berdasarkan pernyataan Ahli Perbankan diajukan, lanjutnya, mengatakan bahwa setelah persetujuan restrukturisasi dikeluarkan, seharusnya berdasarkan anatomi kontrak dibuatkan addendum/perubahan kontrak. “Siapa yang harus aktif di sini ya Bank NTT. Berdasarkan Ahli Perbankan yang kami ajukan (dalam persidangan, red), Dr. Prawitra Thalib, SH, MH, ketika itu (adendum kontrak, red) tidak dilakukan maka siapa yang salah? Ya bank! Harus dicatat bank yang salah,” tandasnya.

Ia mengakui adanya persetujuan restrukturisasi dari Kantor Pusat Bank NTT. “Restrukturisasi itu benar adanya, yakni untuk menangguhkan angsuran bunga dan pokok sampai adanya adendum/perubahan kontrak yang disepakati untuk penjadwalan ulang kredit. Tapi bagaimana bisa dilakukan adendum kalau klien kami sudah ditangkap terlebih dahulu oleh jaksa?” jelas Nurmawan.

Berdasarkan keterangna ahli dipersidangan, ungkapnya, bahwa Hak Tanggungan (HT) (berupa agunan, red) itu memiliki kekuatan eksekutorial. “Lalu mengapa tidak dieksekusi? Kemudian terjawab di persidangan kenapa tidak bisa dieksekusi ya karena ada proses hukum ini,” papar Nurmawan.

Hal senada juga dikemukan Anggota Tim Pengacara, Chindri Adiono, SH, MH, CLA. Menurutnya, saat kredit mendapat persetujuan restrukturisasi maka status kreditnya di hold (ditangguhkan hingga ada adendum kontrak, red).

“Jadi setelah klien kami mendapat persetujuan restrukturisasi kredit maka status kreditnya di hold dan tetap pada collect 2. Jadi tidak bisa dikategorikan sebagai kredit macet. Apalagi kredit itu merupakan perbuatan perdata dan diikat dengan kontrak, lalu mengapa klien kami diproses pidana korupsi?” bebernya.

Pernyataan senada juga dikemukan Anggota Tim Kuasa Hukum, Dr. Melkianus Ndaomanu. Menurutnya, jika kliennya diputus bersalah, maka bank milik pemerintah akan sepi dan sulit menyalurkan kreditnya. “Ahli kami bilang kalau ini terjadi, apabila YS diputus bersalah, maka bank plat merah akan sepi. Kan ada jaminan yang sudah diikat HT (Hak Tanggungan, red) secara sempurna tapi kog masuk Tipikor? Padahal klien kami hanya terlambat 28 hari dari jatuh tempo kredit. Ini aneh,” kritiknya.

Berdasarkan foto surat persetujuan Restrukturisasi/Penjawalan Ulang Kredit dari Bank NTT yang diperolah tim media ini diketahui Kantor Pusat Bank NTT mengeluarkan surat persetujuan Nomor: 351/015-krd/VIII/2019, tertanggal 30 Agustus 2019, Perihal : Persetujuan Restrukturisasi Kredit.

Dalam surat yang ditandatangani Kepala Divisi Pemasaran Kredit Komersil dan Menengah Kantor Pusat Bank NTT, Benny R. Pelu, memberikan persetujuan restrukturisasi kredit an. CV MM Linen Indonesia dengan memberikan penangguhan pembayaran kredit dengan beberapa hal sebagai berikut :

Penjadwalan kembali rekening kredit CV MM Linen Indonesia pada Bank NTT dengan menangguhkan seluruh angsuran pokok maupun bunga kreditnya selama 6 bulan ke depan, dimulai sejak Bulan Agustus 2019 hingga Bulan Januari 2020.Usaha debitur akan dievaluasi kembali secara intensif dan penjadwalan kembali akan direview kembali pada Bulan Januari 2020,Struktur kredit, jaminan dan persyaratan kredit lainnya tetap mengikuti perjanjian kredit yang telah berlaku sebelumnya. Surat Persetujuan Restrukturisasi dari Bank NTT kepada Direktur CV MM Linen Yohanes Sulayman

Seperti diberitakan sebelumnya, Yohanes Sulayman (YS) didakwa melakukan tindak pidana korupsi terkait kasus kredit macet dengan nilai sekitar Rp 44,2 Milyar dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan pidana penjara selama 16 tahun, denda Rp 1 Milyar subsider 6 bulan penjara (kalau tidak membayar denda, red) dan mengganti kerugian negara (versi JPU, red) sekitar Rp 33,2 Milyar dalam waktu 1 bulan subsider 10 tahun penjara (jika tidak membayar kerugian negara dalam waktu 1 bulan, red). (NAR/TIM)

 

0 0 votes
Article Rating

Baja Juga

Comment

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed

Gubernur VBL Kunjungi Kampus ATK Kupang

Rab, 16 Jun 2021 08:18:01am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG - Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan kunjungan ke Kampus Akademi Teknik Kupang (ATK) pada selasa...

Program Kampus Merdeka Siapkan Mahasiswa yang Mampu Hadapi Tantangan Perubahan Global

Sel, 15 Jun 2021 06:50:28pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, JAKARTA - Perubahan global yang terjadi dengan sangat cepat dan tak terduga menimbulkan tantangan tersendiri bagi seluruh...

Polres Ende Lakukan Latihan Pra Operasi Berantas Premanisme dan Kenakalan Remaja

Sel, 15 Jun 2021 05:47:29pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, ENDE -  Melalui Bimtek Latihan Pra Operasi Kita Tingkatkan Profesionalisme Polri dalam Pemberantasan Aksi Premanisme,...

Penasehat Hukum JCNS Kecewa Dengan Putusan Majelis Hakim dan Siap Lapor Komisi Yudisial

Sel, 15 Jun 2021 07:47:06am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG -  Vonis (keputusan, red) Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Oelamasi, Kabupaten Kupang yang menyidangkan kasus...

Empat Muda-Mudi NTT Raih Anugerah Putri-Putri Tari Indonesia 2021

Sel, 15 Jun 2021 06:37:58am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, MAUMERE - Empat (4) Putera-Puteri Tari Nusa Tenggara Timur berhasil meraih prestasi membanggakan dan mengharumkan nama...

Ketua Umum PWRI, Dr. Suryanto PD Mengutuk Keras Tindakan Premanisme Terhadap Wartawan

Sen, 14 Jun 2021 12:21:37am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, JAKARTA – Aksi terror kepada wartawan kembali terjadi. Rumah wartawan Harian Metro 24, Sofyan, dibakar oleh orang oleh...

Pemprov Kaltara Serahkan Bantuan Bagi Korban Bencana Alam Seroja di NTT

Jum, 11 Jun 2021 02:47:57pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara turut memberikan bantuan bagi para korban bencana alam seroja di NTT. Bantuan...

Transmigran Morowali Ditelantarkan, Anwar Hafid : Saya Sedih dan Kecewa

Jum, 11 Jun 2021 02:02:06pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, MOROWALI - Anggota Komisi II DPR RI  Fraksi Partai Demokrat, Drs H Anwar Hafid MSi merasa sangat berdosa dengan masyarakat...

Polri Ingatkan Aksi Premanisme Tak Ada Ruang di Indonesia : Kami Tindak Tegas

Jum, 11 Jun 2021 11:32:43am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, SURABAYA – Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono, Jumat (11/6/2021) pagi, menyampaikan bahwa saat ini Polri...

OJK Dukung Perkembangan Ekonomi Digital Melalui Transformasi di Sektor Jasa Keuangan

Kam, 10 Jun 2021 08:10:05pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, JAKARTA - Sektor keuangan merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dalam perkembangan ekonomi digital di Indonesia. Untuk...

Video Terbaru

iklan-bupati-ende-yg-di-pake

Berita Terbaru

Pendidikan Terbaru

Pendidikan Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Lewat ke baris perkakas