News Aspirasi Rakyat - Faktual, Investigatif, Berimbang
Foto

NEWS ASPIRASI RAKYAT.com, TANGERANG – Iming-iming pembuatan AJB (akte jual beli) terima beres atau terima jadi dengan diberikan sejumblah uang memang kerap dilakukan oleh segelintir oknum-oknum nakal yang tidak bertanggung jawab, seperti yang terjadi di desa sodong, kecamatan Tigaraksa, kabupaten Tangerang provinsi Banten.

Hal itu disampaikan oleh salah satu ahliwaris pemilik tanah di desa Sodong, bermula dari Oktober 2014 lalu salah satu mantan staf desa Sodong bertemu dengan Liana (51 tahun) di kantor desa Sodong yang sedang menanyakan persaratan pembuatan AJB (akte jual beli )di desa sodong, tiba-tiba datang salah satu staf desa Sodong yang bernama Mansuri menawarkan pembuatan AJB (akte jual beli) dengan nilai harga 30 juta rupiah dalam waktu 6 bulan selesai atau terima beres.

” Iya Awal mulanya Pada tanggal 12 Oktober 2014 salah satu mantan Staf Desa Sodong, yang bernama pak Mansuri menawarkan jasa pengurusan/pembuatan AJB (akta Jual Beli) kepada kelurga kami melalui ibu saya di kantor desa Sodong, pak Mansuri mengatakan kalau mau dapat AJB (akte jual beli ) di desa Sodong saya bantu tapi pihak desa meminta uang Rp. 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah ) untuk pembuatan AJB (akte jual beli) pokoknya taunya terima beres saja ya”,. Kata Ongky salah satu ahliwaris sambil memeragakan omongan Mansuri kepada ibunya kala itu.

Waktu itu pihak keluarga kami belum ada uang lanjut Ongky, jadi kami menanyakan kalau di bayar cicil boleh gk? Kata Mansuri boleh saja, akhirnya kami ngasih uang sebesar Rp.30.000 juta itu secara bertahap, pada tanggal 12 Oktober 2014 pada hari itu juga Mansuri bersama Sekdes Desa Sodong pak Dendi meminta uang muka sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) sertai dengan kuitansi pengambilan uang yang bermaterai Rp. 6.000,- (enam ribu rupiah), Yang diterima langsung oleh Mansuri dan didampingi oleh Sekdes Desa Sodong pak Dendi dan disertai dengan kuitansi pengambilan uang dan hari itu juga pak Dendi selaku sekdes desa Sodong meminta kepada kami agar tanah kami di ukur Langsung hari itu juga”,. Jelas sumber

Masih menurut Ongky, berjalannya waktu pada tanggal 17 Oktober 2014 pak Mansuri kembali meminta uang sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) yang diterima langsung oleh pak Mansuri sertai dengan kuitansi pengambilan uang yang bermaterai Rp. 6.000,- (enam ribu rupiah) dan disaksikan langsung oleh saya sendiri pada waktu itu, Jelang 5 hari kemudian Mansuri kembali lagi dan meminta uang sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) di sertai dengan kuitansi pengambilan uang yang bermaterai Rp. 6.000,- (enam ribu rupiah) dengan alasan surat AJB tersebut sedang diproses di Kantor Desa Sodong dan Mansuri mengatakan uang tersebut diminta oleh pihak Desa Sodong sebagai biaya administrasi”,. Jelasnya.

Ditempat yang sama davit salah satu ahliwaris mengatakan jelang 11 hari kemudian pada tanggal 2 Nopember 2014 Mansuri kembali meminta sejumlah uang sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) kepada ibu saya dengan alasan dokumen AJB (akta jual beli) tersebut akan segera diajukan ke tingkat Kecamatan Tigaraksa dan waktu itu saya sendiri yang menyaksikan pengambilan uang itu, Jelang 9 (Sembilan) bulan kemudian AJB (akta jual beli) tidak juga diterbitkan saya sebagai pihak ahli waris mempertanyakan kepada Mansuri, namun Mansuri memberikan janji bahwa AJB tersebut akan jadi dalam waktu dekat karena masih di proses oleh Kepala Desa Sodong.”,. Terangnya

Menjelang 2 tahun kemudian pihak ahli waris melakukan pendekatan secara persuasife kepada Mansuri mempertanyakan kembali proses pembuatan AJB tersebut, namun Mansuri kembali memberikan jawaban dan janji proses AJB tersebut akan jadi dalam waktu dekat. Selang tahun 2018 keluarga ahli waris kembali pendekatan persuasive kepada  Mansuri, agar Mansuri mengembalikan uang kepengurusan AJB kepada ahli waris dan dokumen penunjang tetapi Mansuri mengatakan akan menanyakan kepada Sekdes Desa Sodong.

Karena diminta terus menerus  oleh keluarga ahliwaris Pada tanggal 09 oktober 2019, Mansuri mengembalikan uang sebesar Rp.15.000.000,- (lima belas juta rupiah) sisa Rp. 15.000.000 (lima belas juta rupiah) belum di kembalikan hingga saat ini.

Menurut salah satu warga desa Sodong, sebenarnya banyak buruknya kinerja desa sodong cuman memang sebagain masyarakat takut untuk bicara, seperti contoh program PTSL (perona) itu kan sudah jelas-jelas gratis, tapi buktinya apa masih juga di pungut biaya oleh pihak desa melalui perangkat desa yang lain dengan jumblah uang yang bervariasi, tapi ya namanya kami ini orang kecil pak jadi takut bicara takut salah yang berurusan dengan hukum, seprti contoh pak Mansuri itu sudah terkenal pak disini untuk ngurus surat-surat tanah dengan meminta sejumblah uang dengan mengatasnamakan kantor desa Sodong, kalau seandainya mau di telusuri aja banyak sekali korban pak”, ucap salah satu warga desa sodong yang enggan disebutkan namanya.

Ketika onlineindonesia.com melakukan investigasi dan konfirmasi kepada pihak desa Sodong, Dendi selaku sekdes desa Sodong membenarkan dari jumblah Rp.30.000.000 (tiga puluh juta rupiah) Mansuri hanya memberikan Rp.2000.000 (dua juta rupiah) dan yang terakhir Rp.3000.000 (tiga juta rupiah)

” Iya memang waktu itu Mansuri meminta kami dari desa untuk mengukur tanah tersebut namun kalau masalah uang kami tidak tau, yang kami tau waktu itu memang Mansuri datang dan berikan uang kalau tidak salah 2 juta rupiah trus setelah itu Mansuri ngasih lagi 3 juta rupiah” ujar Dendi sekdes desa Sodong kepada onlineindonesia.com Senin /15/maret/2021

Waktu itu kalau tidak salah ya pak kades benar kan semua sekitaran cuman 5 juta kan ?tanya Dendi kepada kepala desa Sodong, iya kalau tidak salah ingat ucap kepala desa dalam bukti rekaman tersebut di kantor desa Sodong saat melakukan konfirmasi langsung bersamaan kepala desa dan juga sekdes desa sodong.

Entah kurangnya sosialisasi yang tak tersentuh dari pihak aparatur kabupaten sampai ke tingkat desa terkait dengan tugas pelayanan publik di tingkat desa, ataukah memang sengaja dilakukan oleh segelintir oknum untuk mencari keuntungan pribadi dan merusak citra baik birokrasi, namun yang jelas masyarakat yang di rugikan berharap agar instansi terkait bisa mengambil tindakan tegas kepada oknum-oknun nakal yang tidak bertanggung dan juga harapan besar masyarakat pihak penegak hukum agar bisa menindak lanjuti persoalan yang terjadi di bawah yang selama ini tak perna tersentuh oleh hukum yang sudah sangat meresahkan masyarakat.

Mengacu kepada Peraturan Daerah Bupati Tangerang No. 9 Tahun 2014 Tentang desa Pasal 76 Huruf (c & f) tentang larangan perangkat desa yang bunyinya (c) “Perangkat Desa dilarang menggunakan wewenang tugas hak dan/atau kewajibannya”, dan (f) “Perangkat Desa dilarang melakukan Kolusi, korupsi, dan Nepotisme menerima uang barang, dan/atau jasa dari pihak lain yang dapat mempengaruhi keputusan atau tindakan yang akan dilakukannya.

Undang Undang No.20 Tahun 2001 Pasal 12 Ayat a, “Penyelenggara Negara yang menerima hadiah atau janji, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya dengan pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 20 (dua puluh) tahun dan denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,-  (satu miliar rupiah).  (NAR/Red)

Sumber : onlineindonesia.com

Penulis :  Yandri S

0 0 votes
Article Rating

Baja Juga

Comment

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed

Diduga Ada Komplotan Pembobol Rekening Nasabah Rebeka Adu, Sejumlah 3 M di Bank Bukopin Cabang Kupang

Ming, 16 Mei 2021 02:42:11am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG | Diduga ada komplotan pembobolan rekening nasabah an. Rebeka Adu Tadak di Bank Bukopin Kupang sebesar Rp...

Diduga Ada Pembobolan Rekening Nasabah Bank Bukopin Rp 3 M

Sel, 11 Mei 2021 06:17:33am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG | Diduga ada pembobolan rekening nasabah Bank Bukopin Cabang Kupang an.  Rebeka Adu Tadak (60 tahun) senilai Rp...

Wakil Gubernur NTT Josef A. Nae Soi, Audiens Dengan Bupati dan Wakil Bupati Malaka

Sen, 10 Mei 2021 12:44:49pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG | Wakil Gubernur NTT Drs. Josef A. Nae Soi MM menerima kunjungan Bupati Malaka Simon Nahak dan Wakil Bupati Louise...

RTO Gelar Safari Ramadhan Bertajuk “Ngemall Bareng Anak Yatim-Piatu”

Sen, 10 Mei 2021 11:37:44am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG - Relawan Tho Oghie (RTO) menggelar kegiatan Safari Ramadhan 1442H bertajuk Ngemall Bareng Anak Yatim-Piatu/Dhuafa,...

Penyerahan Simbolis Bingkisan Lebaran di Denmatra 2 Paskhas

Sab, 8 Mei 2021 02:28:24am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, MALANG | tni-au.mil.id, Memberitakan bahwa TNI AU KORPASKHAS Komandan Detasemen Matra 2 Paskhas memberikan bingkisan...

Densus 88 Tangkap Buron Teroris Yusuf Iskandar

Sab, 8 Mei 2021 02:04:58am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, JAKARTA | Teroris buron Densus 88, Yusuf Iskandar alias Jerry, ditangkap. Yusuf diduga terlibat dalam perencanaan dan...

Permohonan Kepailitan Tidak Memerlukan Izin OJK

Jum, 7 Mei 2021 06:26:27am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, JAKARTA | Permohonan Kepailitan alias Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) tidak memerlukan izin Otoritas Jasa...

SSV Dewil Timor dan Alor Lakukan Kegiatan Peduli Kasih Bagi Korban Badai Seroja

Kam, 6 Mei 2021 01:57:56pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG | Serikat Sosial Santo Vinsensius (SSV) Dewan Wilayah Timor dan Alor, melakukan kegiatan peduli Kasih terhadap warga...

Partai Golkar NTT Usung Josef Nae Soi dan Melki Laka Lena Jadi Balon Gubernur NTT

Kam, 6 Mei 2021 05:22:28am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG | Partai Golkar NTT secara resmi mengumumkan sejumlah nama bakal calon Gubernur-Wakil Gubernur   untuk dinilai...

Gubernur Viktor Laiskodat Ingin Pendidikan di NTT Berdampak Pembangunan di Berbagai Sektor

Kam, 6 Mei 2021 01:58:21am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG - Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan pendidikan di NTT harus bisa adaptif terhadap potensi daerah...

Video Terbaru

iklan-bupati-ende-yg-di-pake

Berita Terbaru

Pendidikan Terbaru

Pendidikan Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Lewat ke baris perkakas