News Aspirasi Rakyat - Faktual, Investigatif, Berimbang
ILUSTRASI PUTUSAN HAKIM DI SBD-newsar

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM

“Sudah jatuh tertimpa tangga Lagi, sudah susah tambah susah lagi, nyawa manusia dihabisi dengan keji oleh sekelompok pelaku  namun hukuman yang diberikan belum setimpal. Dan Jika para pelaku pembunuhan diberikan hukuman ringan maka tidak  mungkin bisa memberikan efek jera bagi mereka”.

Itulah keluhan  hati dari  NN ( nama lengkap pada redaksi), mewakili keluarga besar korban meninggal bernama Nikson Lende dan Korban selamat bernama Agus Umbu Pati, yang di sampaikan kepada media ini lewat telepon selularnya, pada Jumad,25/11/2020.

Dengan suara sedih, NN (red), kisahkan kembali peristiwa yang melanda Kedua korban bahwa  pada 6 Februari 2020, sekitar pukul 22.30 (Jam 10.30 mlm ) Wita,  dimana Nikson Lende dan Agus Umbu Pati, dihadang lalu di aniaya oleh sekelompok orang di kampung Puu Ede,  Desa Wee Paboba , Kecamatan Wewewa Utara,  Kabupaten Sumba Barat Daya, mengakibatkan Nikson Lende meninggal dunia dengan sadis , sedangkan  Agus Umbu Pati mengalami luka parah dan selamat dari maut.

“ Pagi hari setelah kejadian, Agus ceriterakan kepada kami tentang peristiwa itu dan kami rekam berupa video. Kami semua marah, namun  karena telah ditangani aparat polisi maka kami percaya bahwa para pelaku pasti akan diadili dan dihukum sesuai perbuatanya,”ucap NN.

Kata NN, kini apa yang diharapkan keluarga berbeda dengan putusan hakim, dimana dari 4 pelaku itu, hanya satu orang yang dihukum 11 tahun sesuai pasal 338 junto 55, sedangkan 3 pelaku lainya dihukum sangat ringan  yaitu, terdakwa Anis Leti dihukum hanya 1 tahun 6 bulan, Timo dan Wadi dihukum masing-masing 2 tahun 6 bulan penjara.

Terdakwa Anis, Timo dan Wadi divonis dengan pasal 351, ayat 1 junto 55, padahal sesuai fakta sidang,  Jaksa menuntut keempat pelaku dengan pasal 338 junto 55 dengan tuntutan penjara masing-masing 12 tahun.

“Kami heran, dasar pertimbangan apa sehingga Anis, Wadi dan Timo diputus ringan oleh manjelis hakim ? ” ucap NN bernada kecewa.

Dikatakan lagi oleh NN, bahwa pengakuan saksi korban yang selamat,  bahwa Pelipus Bali Loko alis bapa Anno ( pemilik rumah/TKP), dialah yang mencegat/menahan  korban dan ikut memukul korban Agus Umbu Pati.  

Dan sesaat setelah kejadian itu, anggota polisi datang mendapati Pelipus alias bapa Anno sedang cuci lantai dan tembok yang terkena bercak darah korban. Perbuatan Pelipus itu,  dinilai keluarga sebagai upaya hilangkan barang bukti dan sudah tentu melanggar hukum, namun prihatin sekali karena Pelipus  diputuskan bebas dari hukuman oleh hakim.

“ Kok bisa ya? orang yang turut memukul dan terkesan membiarkan rumahnya dijadikan arena penganiayaan lalu berusaha hilangkan barang bukti kok tidak dihukum?,”ujar NN.

Menurut Kasi Pidum Kejati NTT yang juga sebagai Tim Jaksa Penuntut Umum, mengatakan bahwa terhadap terdakwa  1, 2, 3, dan 4 atau terdakwa Anis, Okta, Wadi dan Timo, dituntut masing-masing 12 tahun  penjara karena  dalam fakta persidangan terbukti melanggar  pasal 338 junto 55,  namun dalam putusanya,  hakim menjatuhkan vonis kepada Anis Leti, Tomi dan Wadi menggunakan pasal 351 ayat 1 junto 55, dengan hukuman penjara 2 tahun 6 bulan bagi  Wadi dan Timo sedangkan  untuk Anis Leti, dijatuhi hukuman penjara hanya 1 tahun 6 bulan, sementara Okta, dijatuhi hukuman penjara 11 tahun karena terbukti  bersalah melanggar  KUHP pasal 338 junto 55.

“Kami kecewa dengan putusan terhadap Anis, Wadi dan Timo, yang mana sesuai fakta persidangan, ketiganya terbukti bersalah melanggar pasal 338 namun dalam putusan hakim menggunakan pasal 351 terhadap ketiganya,”ucap Rahman.

Menurut  Rahman, Tim Jaksa Penuntut, baik dari Kejari Sumba Barat Daya dan Kejati NTT, merasa keberatan atas putusan hakim tersebut. Rahman merasa heran tentang  dasar pertimbangan apa sehingga hakim menjatuhkan putusan menggunakan pasal 351  terhadap Anis, Timo dan Wadi, dan apa lagi Anis hanya dihukum 1 tahun 6 bulan.

 “Apakah hakim  cuma hanya dengar  kesaksian terdakwa sendiri ? Apakah hakim tidak mendengarkan  saksi  lainya yang dihadirkan oleh jaksa?  Apakah hakim tidak mendengar kesaksian dari saksi Korban yang Selamat ?,”ucap Rahman .

Menurut Rahman, pihak Jaksa Penuntut Umum akan  terus melakukan upaya hukum dengan cara banding atas keputusan hakim tersebut . Banding dilakukan khusus untuk putusan terhadap terdakwa Anis Leti, Timo dan Wadi, sedangkan menurut  Tim Jaksa Penuntut Umum bahwa putusan 11 tahun  penjara terhadap Okta, dinilai sudah cukup oleh tim JPU.

“Demi keadilan, kami akan lakukan upaya hukum. Apabila Salinan keputusan hakim sudah kami dapatkan maka kami akan tahu dasar pertimbangan hakim jatuhkan vonis bagi mereka.Dan dengan salinan keptusan itu, kami akan segera lakukan memori banding ke pengadilan,” tutur Rahman.(newsar/003)

 

5 1 vote
Article Rating

Baja Juga

Comment

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed

Kemensos Gandeng Dukcapil Kemendagri Rekam Data KTP-el Warga Marginal

Jum, 15 Jan 2021 02:45:08pm

JAKARTA, NEWS ASPIRASI RAKYAT.com - Pemerintah memberikan program perlindungan sosial bagi warga penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS)....

TIM KUASA HUKUM PASANGAN SBS-TAOLIN DILAPORKAN KE POLDA NTT

Jum, 15 Jan 2021 02:55:11am

KUPANG, NEWS ASPIRASI RAKYAT.com - Anggota Tim Kuasa Hukum Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malaka Nomor Urut 2, Stefanus Bria Seran-Wendelinus...

Araksi : Kasus Bawang Merah Malaka P21, Proficiat Kepada Polda NTT

Jum, 15 Jan 2021 02:19:52am

KUPANG, NEWS ASPIRASI RAKYAT.com – Berkas Perkara kasus dugaan korupsi proyek  benih bawang merah Kabupaten Malaka dengan nilai kerugian negara Rp...

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat Terpapar Positif Covid-19

Rab, 13 Jan 2021 04:33:58am

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat Terpapar Positif Covid-19 KUPANG – Setelah dilakukan pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction),...

Longsor  Yang Sering Menutup Jalan Provinsi Ruas Noa-Golowelu, Perlu Atasi Kemiringan Dinding Tebing

Rab, 13 Jan 2021 02:35:39am

Longsor  Yang Sering Menutup Jalan Provinsi Ruas Noa-Golowelu, Perlu Atasi Kemiringan Dinding Tebing NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG - Pemerintah...

Sering Longsor, Pemprov NTT akan Lakukan Penanganan Darurat di Jalan Provinsi Noa-Golowelu Bersama Pemda Mabar

Rab, 13 Jan 2021 12:59:18am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT akan melakukan penanganan darurat terhadap Jalan Provinsi, Ruas Noa-Golowelu...

Hari Ini Vaksin Pertama Disuntikan Kepada Presiden Joko Widodo

Sel, 12 Jan 2021 11:44:54pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM JAKARTA - Hari ini, Rabu (13.1/2021), pukul 10.00. pagi, Pemerintah memulai vaksinasi Covid-19 yang pertama. Dan sesuai...

KETUA DPW PWOIN NTT:KASUS PENGEROYOKAN WARTAWAN MASIH MENGENDAP DI POLDA NTT

Sen, 11 Jan 2021 09:15:57am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM  KOTA KUPANG – Kasus pengeroyokan terhadap wartawan gardamalaka.com, terkesan sangat lambat ditangani oleh pihak Polda...

Dikabarkan Kotak Hitam Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Telah Ditemukan

Sen, 11 Jan 2021 07:18:55am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM JAKARTA -Tim gabungan dikabarkan telah menemukan black box (kota hitam) pesawat Sriwijaya Air SJ-182  pagi tadi di...

Berharap  Mukjizat Tuhan : Keluarga bicara Soal Sang Pramugari ‘Mia Tresetyani Wadu’

Sen, 11 Jan 2021 05:49:44am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG - Mia Tresetyani Wadu (23) adalah salah satu pramugari pesawat Boeing 737-500 Sriwijaya Air PK-CLC Penerbangan...

Video Terbaru

iklan-bupati-ende-yg-di-pake

Berita Terbaru

Pendidikan Terbaru

Pendidikan Terbaru

Berita sosmed 2

Jum, 15 Nov 2019 02:18:45am

Berita medsos

Jum, 15 Nov 2019 02:16:13am
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Lewat ke baris perkakas