News Aspirasi Rakyat - Faktual, Investigatif, Berimbang
Foto

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM

KUPANG – Pemilik Hotel Ayana membeli 3 (tiga) bidang tanah (3 sertifikat, red) dari tanah negara/ milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) yang seluas 30 hektar yang saat ini menjadi objek dugaan korupsi pengalihan/penjualan aset negara senilai Rp 3 Trilyun.

Demikian disampaikan Kepala Seksi Penerangan Umum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, Abdul Hakim melalui pesan WhatsApp/WA dan telepon selulernya kepada Tim Media ini pada Sabtu (02/01/2020).

“Bahwa saksi yg (yang) sudah diperiksa diantaranya ada pihak dari Ayana (Hotel Ayana, red), iya. Karena Ayana yg juga membeli lahan tersebut 3 bidang (3 sertifikat) dan yg juga membeli dari yang mengakui pemilik tanah,” tandas Abdul Hakim.

Menurut Kasipenkum Kejati NTT itu, proses penyidikan terhadap para saksi kasus tersebut masih berlangsung, dan penyidik bekerja secara profesional dan transparan. “Tidak masuk pada hal-hal terkait pihak Ayana membeli lahan ini untuk bangun hotel? Kami tidak kesana,” jelasnya.

Abdul Hakim juga mengklarifikasi pernyataannya sendiri terkait pemberitaan tim media ini sebelumnya (02/01/2021) yang berjudul Hotel Ayana Labuan Bajo Dibangun Di Atas Tanah Negara 30 Ha.

Sebelumnya, Ia mengatakan bahwa Hotel Ayana dibangun di atas lokasi objek sengketa kasus dugaan penjualan aset Pemda Mabar/Aset Negara seluas 30 hektar.

“Kami (Humas Kejati NTT, red) pernah mengeluarkan pernyataan, bahwa Hotel Ayana yang sekarang di Labuan Bajo itu dibangun diatas lahan 30 ha. Sekali lagi itu tidak benar. Setelah koordinasi dgn (dengan) penyidik, kami terangkan bahwa Ayana juga membeli bidang tanah di lahan pemda 30 ha,” tulisnya.

Jadi, lanjut Abdul Hakim, bukan hotel Ayana yang masuk dalam lahan Pemda. “Mohon maaf sy (saya) tdk (tidak) tau (tahu) lokasinya, makanya hotel Ayana tdk (tidak) disita,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya (02/01/2021), Kejaksaan Tinggi NTTmelalui Kepala Seksi Penerangan Umum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi NTT, Abdul Hakim yang dikonfirmasi Tim Media ini melalui pesan WhatsApp/WA pada Desember 2020 (Selasa, 22/12/2020) menerangkan bahwa Hotel Ayana di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dibangun di atas tanah negara (milik Pemkab Mabar, red) seluas 30 hektar yang menjadi objek kasus dugaan korupsi penjualan tanah negara/ Pemkab Mabar dengan estimasi kerugian negara sekitar Rp 3 Trilyun.

“Iya termasuk (Hotel Ayana termasuk, red) dalam 30 Ha yang milik Pemkab Mabar,” tulisnya tegas.

Kasipenkum Kejati NTT juga menerangkan bahwa pemilik Hotel Ayana telah diperiksa di Jakarta pada tanggal 8 Desember 2020 lalu. “Iya  sudah diperiksa di Jakarta,” ujarnya.

Terkait siapa nama pemilik Hotel Ayana yang dimaksudnya, Abdul Hakim mengatakan tidak mengingat nama pemiliknya siapa. “Waduh namanya sy (saya) tdk (tidak) hafal,” tandasnya.

Ditanyai lebih lanjut, mengapa tidak ikut sita jika lahan dimana Hotel Ayana itu dibangun termasuk dalam area lahan (30 hektar, red) kasus dugaan penjualan aset Pemkab Mabar/aset negara, Abdul Hakim hakim hanya menjawab, “tdk (tidak) ada sita hotel lainnya.” (nar/tim)

5 1 vote
Article Rating

Baja Juga

Comment

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed

Kemensos Gandeng Dukcapil Kemendagri Rekam Data KTP-el Warga Marginal

Jum, 15 Jan 2021 02:45:08pm

JAKARTA, NEWS ASPIRASI RAKYAT.com - Pemerintah memberikan program perlindungan sosial bagi warga penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS)....

TIM KUASA HUKUM PASANGAN SBS-TAOLIN DILAPORKAN KE POLDA NTT

Jum, 15 Jan 2021 02:55:11am

KUPANG, NEWS ASPIRASI RAKYAT.com - Anggota Tim Kuasa Hukum Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malaka Nomor Urut 2, Stefanus Bria Seran-Wendelinus...

Araksi : Kasus Bawang Merah Malaka P21, Proficiat Kepada Polda NTT

Jum, 15 Jan 2021 02:19:52am

KUPANG, NEWS ASPIRASI RAKYAT.com – Berkas Perkara kasus dugaan korupsi proyek  benih bawang merah Kabupaten Malaka dengan nilai kerugian negara Rp...

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat Terpapar Positif Covid-19

Rab, 13 Jan 2021 04:33:58am

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat Terpapar Positif Covid-19 KUPANG – Setelah dilakukan pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction),...

Longsor  Yang Sering Menutup Jalan Provinsi Ruas Noa-Golowelu, Perlu Atasi Kemiringan Dinding Tebing

Rab, 13 Jan 2021 02:35:39am

Longsor  Yang Sering Menutup Jalan Provinsi Ruas Noa-Golowelu, Perlu Atasi Kemiringan Dinding Tebing NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG - Pemerintah...

Sering Longsor, Pemprov NTT akan Lakukan Penanganan Darurat di Jalan Provinsi Noa-Golowelu Bersama Pemda Mabar

Rab, 13 Jan 2021 12:59:18am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT akan melakukan penanganan darurat terhadap Jalan Provinsi, Ruas Noa-Golowelu...

Hari Ini Vaksin Pertama Disuntikan Kepada Presiden Joko Widodo

Sel, 12 Jan 2021 11:44:54pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM JAKARTA - Hari ini, Rabu (13.1/2021), pukul 10.00. pagi, Pemerintah memulai vaksinasi Covid-19 yang pertama. Dan sesuai...

KETUA DPW PWOIN NTT:KASUS PENGEROYOKAN WARTAWAN MASIH MENGENDAP DI POLDA NTT

Sen, 11 Jan 2021 09:15:57am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM  KOTA KUPANG – Kasus pengeroyokan terhadap wartawan gardamalaka.com, terkesan sangat lambat ditangani oleh pihak Polda...

Dikabarkan Kotak Hitam Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Telah Ditemukan

Sen, 11 Jan 2021 07:18:55am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM JAKARTA -Tim gabungan dikabarkan telah menemukan black box (kota hitam) pesawat Sriwijaya Air SJ-182  pagi tadi di...

Berharap  Mukjizat Tuhan : Keluarga bicara Soal Sang Pramugari ‘Mia Tresetyani Wadu’

Sen, 11 Jan 2021 05:49:44am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG - Mia Tresetyani Wadu (23) adalah salah satu pramugari pesawat Boeing 737-500 Sriwijaya Air PK-CLC Penerbangan...

Video Terbaru

iklan-bupati-ende-yg-di-pake

Berita Terbaru

Pendidikan Terbaru

Pendidikan Terbaru

Berita sosmed 2

Jum, 15 Nov 2019 02:18:45am

Berita medsos

Jum, 15 Nov 2019 02:16:13am
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Lewat ke baris perkakas