24 November 2020
News Aspirasi Rakyat - Faktual, Investigatif, Berimbang
IMG_20200520_121437

Kupang, Suara Flobamora.Com– Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) akan mengekspos kasus dugaan korupsi senilai Rp 47,5 miliar yang melibatkan Bupati TTU, RSF dan Istri, KM pada esok, Selasa (9/6/20).

Dengan digelarnya ekspos kasus itu berarti Polda NTT sudah memulai penyelidikan kasus yang dilaporkan Aliansi Rakyat Anti Korupsi Indonesia (ARAKSI) pada 5 Mei 2020 lalu itu.

“Dalam pertemuan kami tadi bersama Direktur Reskrimsus, beliau menjelaskan kepada kami bahwa esok, Selasa (9/6), Polda akan mengekspos Kasus korupsi yang kami laporkan. Ekspos itu, sekaligus memulai penyelidikan. Jadi penyelidikan sidah dimulai pada hari ini, Senin (8/6/2020)” kata Ketua ARAKSI, Alfred Baun kepada wartawan di Kupang, Senin (8/6/).

Kehadiran Alfred Baun di Polda NTT pagi tadi itu untuk memantau sejauh mana keseriusan aparat penegak hukum menangani kasus korupsi yang dilaporkan itu.

Dari diskusi ARAKSI dengan jajaran Polda NTT tadi siang, Alfred Baun menjelaskan pihak Polda NTT akan menerjunkan 5 orang tim untuk penyelidikan untuk menangani kasus yang melibatkan Bupati TTU dan istrinya.
Jumlah ini kata Alfred selai mempermudah, juga untuk mempercepat proses penyelidikian untuk selanjutnya masuk pada tahap penykdikan.

“Tadi mereka(Ditreskrimsus Polda NTT) memberi tahu kami, bahwa mereka akan menerjunkan 5 orang tim peenyelidik agar memudahkan dan mempercepat proses,” kata Alfred.

Alfred berterima kasih kepada Polda NTT, khusunnya Ditreskrimsus Polda NTT yang telah bekerja dengan baik terhadap laporan ARAKSI.

“Denga dieksposnya kasus dugaan Korupsi Rp 47,5 miliar di TTU itu, kami dari ARAKSI menyampaikan terima kasih kepada Polda NTT sebagai salah satu pilar penegak hukum di republik ini yang proaktif terhadap kasus korupsi di NTT,” kata Alfred Baun.

Alfred Baun menampik isu dan berita miring yang menyinggung bahwa Kasus Korupsi dana DAK Rp 47,5 miliar di TTU itu sudah P21.
Menurut Alfred, berita atau isu itu itu tidak benar. Polda NTT sudah mengaku bahwa Kasus dana DAK di TTU yang dilaporkam ARAKSI awal Mei lalu itu berjalan lurus. Artinya Polda NTT sudah siap memulai penyelidikan kasus itu.

“Jadi tidak benar kalau kasus itu sudah P21. Buktinya esok kasus itu akan diekspos,” katanya

Terkait dengan laporan balik dari Bupati TTU, RSF dan Istrinya KM, Mantan anggota DPRD NTT itu menjelaskan pihak Polda NTT tidak menanggapi laporan balik itu. Sebab menurut Ditreskrimsus bahwa laporan itu sangat tidak berlandas hukum.

Sebab seperti yang disampaikan Direskrimsus kepada Alfred Baun, alasan mengapa ditolak yaitu ; pertama, Laporan balik kuasa hukum Bupati TTU dan Istrinya menggunakan dalil pencemaran nama baik. Kedua, Polda NTT menanggapi bahwa apa yang dilaporkan ARAKSI itu benar, karena menyangkut kasus korupsi dan dimuat dibeberapa media resmi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), RSF dan isterinya selaku Ketua Tim Pengerak (TP) PKK Kabupaten TTU, KM dilaporkan Aliansi Rakyat Anti Korupsi Indonesia (ARAKSI) ke Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda NTT terkait dugaan penyelewengan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2007, Bidang Pendidikan Kabupaten TTU senilai Rp 47,5 Milyar, Selasa (5/5/20) siang.

Kedatangan ARAKSI diterima beberapa penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda NTT. Kepada penyidik ARAKSI menyerahkan laporan tertulis Nomor: 11/ARAKSI/V-2020, Perihal : Laporan Dugaan Kasus Korupsi yang ditujukan kepada Yth. Kapolda NTT di Kupang.

“Kami memohon kepada Bapak Kapolda NTT untuk segera melakukan pemeriksaan kepada Bupati TTU an. RSF dan Ketua TP PKK Kabupaten TTU an. KM yang diduga telah menyelewengkan Keuangan Negara sebesar Rp 47,5 M. Anggaran itu bersumber dari DAK Bidang Pendidikan Kabupaten TTU tahun anggaran 2007,” tulis ARAKSI.

ARAKSI merincikan, sesuai Peraturan Bupati (Perbub) Nomor 6 Tahun 2011 tentang Penjabaran APBD Kabupaten TTU tahun 2011 yang memuat penggunaan DAK Rp 47,5 M tersebut untuk membiayai 3 item kegiatan, yaitu :

1) Belanja Pembangunan atau Rehabilitasi Sedang/Berat Gedung dan Peningkatan Mutu SD/MI, SMP/MTS sebesar Rp 27.792.072.904,-
2) Pengadaan Alat Peraga Edukasi, Alat Teknologi Informasi dan Penunjang Administrasi Buku Panduan Pendidik sebesar Rp 11.934.969.999,-
3) Pengadaan Buku Pengayaan, Buku Referensi dan Buku Panduan Pendidik sebesar Rp 9.440.185.920. (nar/tim)

0 0 vote
Article Rating

Baja Juga

Comment

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed

KADIS PUPR PROV NTT , MAKSI NENABU : JALAN RUSAK DI KM 22 JURUSAN KUPANG BAUN SEGERA DIPERBAIKI

Ming, 22 Nov 2020 11:38:35pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG – Ruas Jalan Provinsi Jurusan Kupang-Baun, tepatnya di Kilometer 22 desa Marena, dikeluhkan masyarakat setempat...

Tuntutan JPU Tidak Sesuai Fakta Sidang dan Dinilai Gagal Menegakan Keadilan

Kam, 19 Nov 2020 11:46:56pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG - Penasihat Hukum Terdakwa Yohanes Sulayman (YS) dalam pledoi (nota pembelaannya, red) menilai Tuntutan Jaksa...

Sidang Tipikor : Jaksa Tuntut Stefanus 18,5 Tahun Penjara Karena Perkenalkan Debitur ke Bank

Sel, 17 Nov 2020 04:09:53pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG - Karena menjual asetnya kepada 5 orang calon debitur Bank NTT dan memperkenalkannya kepada pihak Bank NTT, Jaksa...

PASIEN COVID-19 YANG SEMBUH KESULITAN HIDUP NORMAL

Sen, 16 Nov 2020 11:31:26pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM JAKARTA – Dilansir dari CNN Indonesia bahwa  studi terbaru menunjukkan pasien yang telah sembuh...

2 PENGENDARA MOTOR HADANG SEORANG IBU DENGAN PISAU DI SIMPANG JALAN INA BOI

Ming, 15 Nov 2020 12:36:03pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG – Warga Kota Kupang diminta berhati-hati jika melewati simpang jalan raya seputaran Gedung Ina Boi Kota Baru....

STATUS COLLECT 2, KREDIT CV MM LINEN BELUM MACET

Ming, 15 Nov 2020 11:02:48am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG -  Status kredit Direktur CV MM Linen, Yohanes Sulayman (YS) dengan nilai sekitar Rp 44 Milyar belum dapat...

JPU Tuntut 26,5 Tahun Penjara : PH YS katakan Sangat Fantastis Karena Tidak Ada Hal Yang Meringankan Terdakwa

Jum, 13 Nov 2020 04:41:06am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG - Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Perkara Dugaan Korupsi Kredit Macet Bank NTT dengan terdakwa Yohanes Sulayman...

Sidang Lapangan Pemeriksaan Barang Bukti : Dugaan Korupsi Kredit Macer di Bank NTT

Sel, 10 Nov 2020 11:23:31pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG - Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT menyita 14 bidang tanah milik terdakwa Stefanus Sulayman (SS) dan 1 unit Ruko di...

KELUARGA KORBAN HARAP HAKIM JATUHKAN VONIS YANG SEADIL ADILNYA ATAS PEMBUNUHAN BERENCANA NIKSON LENDE

Sen, 9 Nov 2020 09:57:35am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM SUMBA BARAT DAYA – Mengamati dan mencermati persidangan kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Nikson Lende (korban...

Ahli Perbankan : Pihak Ketiga Tak Bisa Dipidana Karena Kredit Macet Debitur Bank

Sen, 9 Nov 2020 06:09:09am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG - Pihak ketiga/keluarga/pihak lain, baik rekan bisnis maupun pihak keluarga tidak dapat dimintai...

Video Terbaru

bannerrwr

Berita Terbaru

bannerrwr

Pendidikan Terbaru

Pendidikan Terbaru

Berita sosmed 2

Jum, 15 Nov 2019 02:18:45am

Berita medsos

Jum, 15 Nov 2019 02:16:13am
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Lewat ke baris perkakas