29 November 2020
News Aspirasi Rakyat - Faktual, Investigatif, Berimbang
NGINAMANU 1

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM

NGINAMANU NGADA – Lebih dari 20 siswa di Kurubhoko, Desa Nginamanu Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada mengikuti kegiatan merajut dan menganyam. Kegiatan yang digelar Rumah Literasi Cermat (RLC) Ngada dan Komunitas Kreatif Subinana (Krisna) di Desa Nginamanu itu, sebagai upaya mengajak anak mengisi waktu luang mereka di tengah pandemi covid 19.

Kegiatan yang berlangsung, Rabu (28/010/2020) di Kantor Desa Nginamanu, Kecamatan Wolomeze itu,  juga sebagai momen refleksi  peringatan hari Sumpah Pemuda. Melalui aktivitas merajut dan mengnyam,  menurut Koordinator RLC Emanuel Djomba, dapat menumbuhkan sikap persahabatan, persatuan dalam sebuah keharmonisan pada anak-anak.

Belasan anak sekolah dasar dari SDK Tanawolo dan SDI Kurubhoko ikut dalam kelas menganyam, dipandu sembilan  tutor yang adalah ibu-ibu pengrajin anyaman dari Krisna. Sedangkan sepuluh siswa dari SMPN Satap Kurubhoko mengikuti kegiatan merajut yang dipandu oleh Lidwina Dhiu dari komunitas rajut Bajawa.

Kegiatan menganyam bagi anak-anak memang sudah digelar beberapa kali oleh RLC dan Krisna. Sementara kegiatan merajut baru pertama kali dilaksanakan dengan menyasar remaja putri yang kini duduk di SMP. Guna mengembangkan kreativitas anak selama masa pandemi, RLC terus mengembangkan kegiatan ini dan akan menyasar lebih banyak lagi anak ke depan.

“Kita akan terus kembangkan kegiatan kreatif  ini. Selain punya nilai ekonomi yang bisa dihasilkan, juga mengisi waktu masa pandemi covid, karena kita belum tahu sampai kapan pandemi covid akan berakhir. Kegiatan ini juga dapat mengembangkan karakter anak,” terang Emanuel.

Merajut, tambah Emanuel, meski sering dilihat anak-anak, namun di desa-desa merupakan kegiatan baru. Jika dulu merajut dan sejenisnya menjadi aktivitas remaja putri, namun belakangan kurang diminati lagi. Padahal selain memberi nilai jual (ekonomis) ternyata baik merajut maupun menganyam tersirat filosofi yang kuat. Dimana melalui kegiatan yang dilakukan terus-menenus sampai tingkat mahir dapat membentuk karakter anak.

Kini, kegiatan merajut sudah mulai bertumbuh kembali di Bajawa. Belakangan, para pencinta rajut sudah guyup dalam satu komunitas yang dipelopori oleh Liwina Dhiu. Denganya, RLC dan Krisna berklaborasi untuk mengembangkan kegiatan yang sangat bagus dalam mengembangkan karakter anak di desa.

Sayangnya di sekolah-sekolah  sudah tidak dibiasakan  lagi proses kreatif semacam ini. Banyak guru juga tak memiliki ketrampilan mengembangkan kegiatan pembentukan karakter berbasis skill seperti ini.

Ketika kegiatan menganyam dan merajut, anak-anak tampak antusias mengikutinya,  dipandu  tutornya masing-masing. Dengan tuntunan para tutor, anak-anak tekun menyatukan bahan yang satu dengan bahan yang lain membentuk satu anyaman. Begitu juga kegiatan merajut, dengan peralatan yang sudah disiapkan, anak-anak mulai merajut dengan bantuan tutor.

Meski berkali-kali keliru merangkainya, namun tampak anak-anak bersabar mengulangnya lagi  sehingga dapat merangkai dengan tepat satiap tahapannya. Bedanya, para siswa pada kelas menganyam menyatuhan bahan dari bambu yang sudah dihaluskan. Sementara di kelas rajut menyatuhan bahan benang menggunakan alat rajut.

Dari menganyam anak-anak belajar, bahwa anyaman selain menyimpan keunikan dan manfaatnya, sebenarnya menyimpan nilai dan filosofi. Ini yang sering dilupakan masyarakat di zaman serba canggih ini. Tetapi kalau mau telisik lebih jauh ke masa silam, anyaman memiliki filosofi sendiri. Anyaman itu sendiri sebenarnya sebuah persahabatan – keseharian dalam jalinan yang saling bertautan.

Yang mau diwariskan bukan hanya skill (ketrampilan) menganyam, tetapi kearifan dalam menuntun hidup. Jadi menganyam bukan lagi sekedar menghasilkan produk, tetapi ada pesan spesifik yang hendak disampaikan, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Diwariskan melalui aktivitas, percakapan, melalui tangan-tangan yang terus bergerak disertai pikiran dalam kesadaran.

Anak-anak memahami, bahwa nyaman tak dapat dijalin dengan satu material, melainkan bersama material lain disertai kelenturan berbeda, demikian pula persahabatan. Dengan material yang lentur dan tidak lurus-lurus saja, menyiratkan pesan: saling menghargai satu sama lain. Itulah  keharmonisan – keseimbangan dalam kehidupan.

Merajut

Melalui kegiatan merajut, Lidwina Dhiu yang akrab disapa Winda berharap anak-anak bisa memanfaat waktu luang dan mengisinya dengan kegiatan yang bermanfaat selama masa pandemi covid 19 ini.

“Daripada  hanya bermedia sosial dan kegiatan lain yang tak jelas, lebih baik hasilkan sesuatu yang punya nilai jual. Hasil dari rajut mereka bisa pakai sendiri bahkan bisa dijual dan untuk kebutuhan,” kata Winda.

Menurut Winda, dari sejumlah referensi yang diketahuinya, kegiatan merajut bisa menjadi sebuah terapi. Ketika  merajut anak-anak harus menghitung, merasakan keras lembutnya benang. Mungkin karena itu, belakangan dirinya juga diminta menjadi tutor di SLB Bajawa.

Melakukan pekerjaan tangan seperti merajut dan kegiatan sejenis, kata mantan guru SMAN 1 Bajawa yang kini menjadi pengawas SMA itu, bisa menjadi terapi yang efektif bagi anak yang hiper aktif, latihan memusatkan pikiran (fokus), belajar bekerja sama. Pada anak-anak yang depresi,  dari sebuah penelitian, akan mengalami pemulihan setelah bergelut dengan aktivitas rajutan. Rasa percaya diri meningkat, sehingga anak lebih tenang, damai dan bahagia.

Kesalahan yang dilakukan pada saat merajut membuat anak tahu cara yang tepat dalam merajut termasuk menghitung dasar rajutan dan berupaya lebih fokus.

Merajut juga mengajarkan anak-anak untuk menghargai buatan tangan atau handmade. Seorang perajut yang membuat suatu karya rajutan dan kemudian diberikan kepada seseorang sebagai kado nilainya jauh lebih tinggi daripada membeli  di toko. Karena dalam sebuah karya tangan, mengalir kasih sayang dan cinta  untuk seseorang yang akan diberikan sebagai kado.

Pada kegiatan merajut ini, Winda menerapkan metode croshet. Teknik ini meski sedikit sulit namun cocok untuk para pemula. Dia berharap kegiatan ini nanti akan menghasilkan berbagai produk bernilai jual, seperti topi, baju, tempat tisue, dan karya bernilai seni lainnya berbahan benang.(NAR/Fransiskus Meno)

0 0 vote
Article Rating

Baja Juga

Comment

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed

PEMPROV BERENCANA BANGUN PABRIK PAKAN TERNAK

Kam, 26 Nov 2020 01:38:13am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat pada Rabu 25 November 2020 menerima audiens dari Tim...

STEFANUS SULAYMAN BUKAN DEBITUR BANK NTT : PH MINTA DIBEBASKAN DARI TUNTUTAN

Rab, 25 Nov 2020 02:53:13am

NEWS ASPIRAS RAKYAT.COM KUPANG - Tim Penasihat Hukum (PH), Stefanus Sulayman meminta Majelis Hakim membebaskan terdakwa dari segala tuntutan Jaksa...

Wagub Minta  Perangkat Daerah Kerja Serius Tingkatkan Progres Upaya Pencegahan Korupsi

Sen, 23 Nov 2020 11:12:09am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG - Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi (JNS)  meminta para pimpinan Perangkat Daerah (PD) lingkup Pemerintah...

KADIS PUPR PROV NTT , MAKSI NENABU : JALAN RUSAK DI KM 22 JURUSAN KUPANG BAUN SEGERA DIPERBAIKI

Ming, 22 Nov 2020 11:38:35pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG – Ruas Jalan Provinsi Jurusan Kupang-Baun, tepatnya di Kilometer 22 desa Marena, dikeluhkan masyarakat setempat...

Tuntutan JPU Tidak Sesuai Fakta Sidang dan Dinilai Gagal Menegakan Keadilan

Kam, 19 Nov 2020 11:46:56pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG - Penasihat Hukum Terdakwa Yohanes Sulayman (YS) dalam pledoi (nota pembelaannya, red) menilai Tuntutan Jaksa...

Sidang Tipikor : Jaksa Tuntut Stefanus 18,5 Tahun Penjara Karena Perkenalkan Debitur ke Bank

Sel, 17 Nov 2020 04:09:53pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG - Karena menjual asetnya kepada 5 orang calon debitur Bank NTT dan memperkenalkannya kepada pihak Bank NTT, Jaksa...

PASIEN COVID-19 YANG SEMBUH KESULITAN HIDUP NORMAL

Sen, 16 Nov 2020 11:31:26pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM JAKARTA – Dilansir dari CNN Indonesia bahwa  studi terbaru menunjukkan pasien yang telah sembuh...

2 PENGENDARA MOTOR HADANG SEORANG IBU DENGAN PISAU DI SIMPANG JALAN INA BOI

Ming, 15 Nov 2020 12:36:03pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG – Warga Kota Kupang diminta berhati-hati jika melewati simpang jalan raya seputaran Gedung Ina Boi Kota Baru....

STATUS COLLECT 2, KREDIT CV MM LINEN BELUM MACET

Ming, 15 Nov 2020 11:02:48am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG -  Status kredit Direktur CV MM Linen, Yohanes Sulayman (YS) dengan nilai sekitar Rp 44 Milyar belum dapat...

JPU Tuntut 26,5 Tahun Penjara : PH YS katakan Sangat Fantastis Karena Tidak Ada Hal Yang Meringankan Terdakwa

Jum, 13 Nov 2020 04:41:06am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG - Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Perkara Dugaan Korupsi Kredit Macet Bank NTT dengan terdakwa Yohanes Sulayman...

Video Terbaru

bannerrwr

Berita Terbaru

bannerrwr

Pendidikan Terbaru

Pendidikan Terbaru

Berita sosmed 2

Jum, 15 Nov 2019 02:18:45am

Berita medsos

Jum, 15 Nov 2019 02:16:13am
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Lewat ke baris perkakas