News Aspirasi Rakyat - Faktual, Investigatif, Berimbang
IMG20200504113024

Kupang, News Aspirasi Rakyat.Com – Vonis Majelis Hakim Kasus Pembangunan Pasar Lili dengan nilai sekitar Rp 5,7 Milyar di Kelurahan Camplong I, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang di Pengadilan Tipikor Kupang Selasa (28/4/20) pekan lalu, dinilai telah mengabaikan fakta-fakta yang terungkap dalam proses persidangan, antara lain progres fisik di lapangan yang telah jauh melebihi realisasi keuangan dan tidak adanya niat dari para terdakwa untuk melakukan tindak pidana korupsi.

Demikian dikatakan pengacara dari terdakwa Bondaylola Ferdinando Sirah (konsultas pengawas, red),  Goerge Deiter Nakmofa, SH, M.Hum saat dimintai komentarnya oleh Tim Media ini tentang vonis Majelis Hakim kasus tersebut yang tidak mempertimbangkan fakta-fakta yang telah terungkap dalam persidangan.

Menurut Goerge, progres fisik gedung yang menurutnya sudah mencapai sekitar 95 % itu, juga telah dilihat langsung Majelis Hakim yang dalam sidang lapangan. “Fakta tersebut telah diangkat dalam persidangan, namun progres fisik gedung Pasar Lili tersebut tetap diabaikan hanya dengan alasan belum dihitung kembali oleh tim ahli. Padahal progres fisik gedung pasar sudah mencapai sekitar 95 %, sedangkan realisasi keuangannya hanya sekitar 75% dari nilai proyek,” ujarnya.

Ia memaparkan, Majelis Hakim dalam putusannya menghitung sendiri kerugian negara. Yakni sebesar Rp 397.152.626,- dari tuntutan JPU sebesar Rp 2.635.271.120. Namun vonis Majelis Majelis Hakim dinilai tidak mencerminkan rasa keadilan karena para terdakwa divonis hukuman badan/kurungan/penjara dengan waktu yang hampir sama, yakni sekitar 4 tahun dan denda sekitar Rp 200 juta. Padahal, peran dari setiap terdakwa tidak sama alias berbeda-beda dalam kasus tersebut sesuai tanggung jawab masing-masing dalam proyek tersebut.

Goerge memaparkan, saat JPU melakukan penyidikan kasus tersebut pada Bulan Mei 2019, progres fisik pekerjaan telah melebihi 75 %. Dengan demikian pada waktu JPU melakukan penyidikan, Jim Ongko (sebagai kontraktor pelaksana, red) tidak sedang mengalami keuntungan sebagaimana dalam tuntutan JPU. “Bahkan ia telah mengeluarkan dana pribadinya untuk melanjutkan pekerjaan pembangunan gedung pasar tersebut hingga progres fisiknya mencapai sekitar 95%,” jelasnya.

Menurut Goerge, sesuai fakta yang terungkap dalam persidangan, setelah dilakukan pembayaran, saksi Jim Ongko terus melanjutkan pekerjaan pembangunan Gedung Pasar Lili. “Ini menunjukan bahwa kontraktor Jim Ongko sama sekali tidak ada niat untuk mendapatkan keuntungan yang tak sesuai haknya dari pembayaran termin I sampai termin IV karena Jim Ongko terus melanjutkan pekerjaan. Bahkan progres fisik gedung pasar itu telah mencapai progres lebih dari 95 persen dengan menggunakan sebagian dana pribadinya. Lalu darimana kerugian negaranya?” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Jim Ongko sebagai kontraktor pelaksana dikatakan mendapat keuntungan dan merugikan keuangan negara apabila setelah menerima pembayaran tersebut, tidak ada upaya atau tindakan Jim Ongko untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan gedung. “Tindakan kontraktor pelaksana yang terus bekerja itu, telah menghilangkan perbuatan melawan hukum yang telah dilakukan. Karena sesuai fakta dan saksi dalam persidangan, Jim Ongko tidak mendapat untung. Dalam kacamata masyarakat umum, tindakan tersebut dibenarkan,” tandas Goerge.

Dengan demikian, lanjut Goerge, maka tidak ada tindakan dari kliennya, Bondan Sirah (selaku konsultan pengawas, red) yang didakwa telah menguntungkan kontraktor pelaksana, Jim Ongko tidak terbukti. “Fakta persidangan membuktikan, Jim Ongko tidak mendapat keuntungan dari proyek tersebut. Bahkan ada dana pribadinya digunakan untuk menyelesaikan pembangunan gedung Pasar Lili tersebut. Jadi klien saya tidak terbukti menguntungkan kontraktor pelaksana. Tapi yang bersangkutan divonis hukum badan dan denda yang sama dengan terdakwa lain. Ini tidak mencerminkan rasa keadilan yang seadil-adilnya,” tegasnya.

Seperti disaksikan Tim Media ini Senin (4/5/20), gedung Pasar Lili (2 lantai, red) yang dibangun tersebut telah hampir selesai.  Pekerjaan fisik gedung telah selesai dan tinggal pekerjaan finishing volume kecil yang belum diselesaikan di beberapa titik. Pekerjaan meja petakan di dalam gedung telah selesai dikerjakan.

Pekerjaan petakan kios di bagian depan gedung pasar telah selesai dikerjakan. Rolling door pada petakan kios telah terpasang seluruhnya. Pekerjaan plafon petakan kios juga telah dikerjakan. Hanya tersisa pekerjaan plafon di emperan di depan dan belakang gedung.

Pekerjaan instalasi listrik telah dilaksanakan. Tampak kabel listrik berwarna putih telah diinstalasi dan mengelantung di emperan gedung. Namun belum ada pemasangan meteran listrik dan bola lampu.

Pekerjaan WC/Kamar Mandi juga telah dikerjakan. Pekerjaan rumah potong ayam juga telah selesai dikerjakan. Ada sedikit pekerjaan finishing gedung di sisi bagian timur gedung yang belum dikerjakan. Tampak kotoran kambing bertebaran bagian luar gedung pasar bernilai milyaran rupiah tersebut bak kandang kambing. (nar/tim)

0 0 votes
Article Rating

Baja Juga

Comment

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed

DIT PMMB DAN TAMAN BUDAYA NTT GAET KAUM MILENIAL IKUT WORSHOP PERFILMAN

Sab, 9 Okt 2021 11:22:38am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG - Direktorat Perfilman, Musik dan Media Baru (Dit.PMMB) Kementerian Pendidikan kebudayaan, Riset dan Teknologi...

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat Berikan Apresiasi Kepada Kepala BKD

Sen, 4 Okt 2021 09:45:20pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyampaikan apresiasi Kepada Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD)...

Presiden Joko Widodo Resmikan Terminal Baru Bandara Mopah di Merauke

Ming, 3 Okt 2021 07:59:32am

MERAUKE. NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM - Presiden Joko Widodo meresmikan terminal baru Bandara Mopah di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, pada Minggu, 3...

Langkah Nyata TPKAD dalam Meningkatkan Perekonomian Daerah

Rab, 29 Sep 2021 10:51:42am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG - Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) merupakan wadah koordinasi antar instansi dan stakeholder berperan...

Polri Soal Waspada Gangguan Kamtibmas Akhir Tahun : Kedepankan Preemtif, Preventif dan Represif

Sen, 27 Sep 2021 11:57:06pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, JAKARTA – Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD meminta aparat Kepolisian dan...

Wagub JNS : NTT Bangga Atas Prestasi Raju Sena Seran

Sab, 25 Sep 2021 05:31:25pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG - Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) menerima Raju Sena Seran, Atlet Peraih Medali Perak dan Perunggu PON XX...

DEKRANASDA NTT LAUNCHING “HAYDRINK” LIBATKAN MAHASISWA FARMASI

Jum, 24 Sep 2021 08:16:15am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG - Dewan Kerajinan Nasional Daerah ( Dekranasda) Provinsi NTT berkolanborasi  dengan Dapur Kelor Indonesia...

GUBENRNUR NTT : PARA ARSITEK ADALAH MANUSIA IMAJINATIF

Kam, 23 Sep 2021 11:43:45am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG - Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) beraudiens dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)  NTT di ruang...

Kemendagri Revisi Peraturan Tentang Pengelolaan Aset Desa

Kam, 23 Sep 2021 05:49:19am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, BOGOR - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Kementerian dan  Lembaga terkait menyelenggarakan  “Workshop...

MENGGUGAT HARAPAN KAUM PAPA DI MUSIM PANDEMI

Jum, 17 Sep 2021 09:57:32am

Wajah-wajah diam  berbalut masker berdiri di pintu rumah tak beratap sambil memandang kosong jauh mengambang. Tatapan mata mereka tampak layu tak...

MASTER IKLAN PEMPTOV NTT 17 AGUSTUS

Video Terbaru

iklan-bupati-ende-yg-di-pake
Iklan Ucapan Natal Dinas PUPR Prov NTT 2020

Berita Terbaru

Pendidikan Terbaru

Pendidikan Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Lewat ke baris perkakas