28 November 2020
News Aspirasi Rakyat - Faktual, Investigatif, Berimbang
IMG20200504113024

Kupang, News Aspirasi Rakyat.Com – Vonis Majelis Hakim Kasus Pembangunan Pasar Lili dengan nilai sekitar Rp 5,7 Milyar di Kelurahan Camplong I, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang di Pengadilan Tipikor Kupang Selasa (28/4/20) pekan lalu, dinilai telah mengabaikan fakta-fakta yang terungkap dalam proses persidangan, antara lain progres fisik di lapangan yang telah jauh melebihi realisasi keuangan dan tidak adanya niat dari para terdakwa untuk melakukan tindak pidana korupsi.

Demikian dikatakan pengacara dari terdakwa Bondaylola Ferdinando Sirah (konsultas pengawas, red),  Goerge Deiter Nakmofa, SH, M.Hum saat dimintai komentarnya oleh Tim Media ini tentang vonis Majelis Hakim kasus tersebut yang tidak mempertimbangkan fakta-fakta yang telah terungkap dalam persidangan.

Menurut Goerge, progres fisik gedung yang menurutnya sudah mencapai sekitar 95 % itu, juga telah dilihat langsung Majelis Hakim yang dalam sidang lapangan. “Fakta tersebut telah diangkat dalam persidangan, namun progres fisik gedung Pasar Lili tersebut tetap diabaikan hanya dengan alasan belum dihitung kembali oleh tim ahli. Padahal progres fisik gedung pasar sudah mencapai sekitar 95 %, sedangkan realisasi keuangannya hanya sekitar 75% dari nilai proyek,” ujarnya.

Ia memaparkan, Majelis Hakim dalam putusannya menghitung sendiri kerugian negara. Yakni sebesar Rp 397.152.626,- dari tuntutan JPU sebesar Rp 2.635.271.120. Namun vonis Majelis Majelis Hakim dinilai tidak mencerminkan rasa keadilan karena para terdakwa divonis hukuman badan/kurungan/penjara dengan waktu yang hampir sama, yakni sekitar 4 tahun dan denda sekitar Rp 200 juta. Padahal, peran dari setiap terdakwa tidak sama alias berbeda-beda dalam kasus tersebut sesuai tanggung jawab masing-masing dalam proyek tersebut.

Goerge memaparkan, saat JPU melakukan penyidikan kasus tersebut pada Bulan Mei 2019, progres fisik pekerjaan telah melebihi 75 %. Dengan demikian pada waktu JPU melakukan penyidikan, Jim Ongko (sebagai kontraktor pelaksana, red) tidak sedang mengalami keuntungan sebagaimana dalam tuntutan JPU. “Bahkan ia telah mengeluarkan dana pribadinya untuk melanjutkan pekerjaan pembangunan gedung pasar tersebut hingga progres fisiknya mencapai sekitar 95%,” jelasnya.

Menurut Goerge, sesuai fakta yang terungkap dalam persidangan, setelah dilakukan pembayaran, saksi Jim Ongko terus melanjutkan pekerjaan pembangunan Gedung Pasar Lili. “Ini menunjukan bahwa kontraktor Jim Ongko sama sekali tidak ada niat untuk mendapatkan keuntungan yang tak sesuai haknya dari pembayaran termin I sampai termin IV karena Jim Ongko terus melanjutkan pekerjaan. Bahkan progres fisik gedung pasar itu telah mencapai progres lebih dari 95 persen dengan menggunakan sebagian dana pribadinya. Lalu darimana kerugian negaranya?” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Jim Ongko sebagai kontraktor pelaksana dikatakan mendapat keuntungan dan merugikan keuangan negara apabila setelah menerima pembayaran tersebut, tidak ada upaya atau tindakan Jim Ongko untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan gedung. “Tindakan kontraktor pelaksana yang terus bekerja itu, telah menghilangkan perbuatan melawan hukum yang telah dilakukan. Karena sesuai fakta dan saksi dalam persidangan, Jim Ongko tidak mendapat untung. Dalam kacamata masyarakat umum, tindakan tersebut dibenarkan,” tandas Goerge.

Dengan demikian, lanjut Goerge, maka tidak ada tindakan dari kliennya, Bondan Sirah (selaku konsultan pengawas, red) yang didakwa telah menguntungkan kontraktor pelaksana, Jim Ongko tidak terbukti. “Fakta persidangan membuktikan, Jim Ongko tidak mendapat keuntungan dari proyek tersebut. Bahkan ada dana pribadinya digunakan untuk menyelesaikan pembangunan gedung Pasar Lili tersebut. Jadi klien saya tidak terbukti menguntungkan kontraktor pelaksana. Tapi yang bersangkutan divonis hukum badan dan denda yang sama dengan terdakwa lain. Ini tidak mencerminkan rasa keadilan yang seadil-adilnya,” tegasnya.

Seperti disaksikan Tim Media ini Senin (4/5/20), gedung Pasar Lili (2 lantai, red) yang dibangun tersebut telah hampir selesai.  Pekerjaan fisik gedung telah selesai dan tinggal pekerjaan finishing volume kecil yang belum diselesaikan di beberapa titik. Pekerjaan meja petakan di dalam gedung telah selesai dikerjakan.

Pekerjaan petakan kios di bagian depan gedung pasar telah selesai dikerjakan. Rolling door pada petakan kios telah terpasang seluruhnya. Pekerjaan plafon petakan kios juga telah dikerjakan. Hanya tersisa pekerjaan plafon di emperan di depan dan belakang gedung.

Pekerjaan instalasi listrik telah dilaksanakan. Tampak kabel listrik berwarna putih telah diinstalasi dan mengelantung di emperan gedung. Namun belum ada pemasangan meteran listrik dan bola lampu.

Pekerjaan WC/Kamar Mandi juga telah dikerjakan. Pekerjaan rumah potong ayam juga telah selesai dikerjakan. Ada sedikit pekerjaan finishing gedung di sisi bagian timur gedung yang belum dikerjakan. Tampak kotoran kambing bertebaran bagian luar gedung pasar bernilai milyaran rupiah tersebut bak kandang kambing. (nar/tim)

0 0 vote
Article Rating

Baja Juga

Comment

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed

PEMPROV BERENCANA BANGUN PABRIK PAKAN TERNAK

Kam, 26 Nov 2020 01:38:13am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat pada Rabu 25 November 2020 menerima audiens dari Tim...

STEFANUS SULAYMAN BUKAN DEBITUR BANK NTT : PH MINTA DIBEBASKAN DARI TUNTUTAN

Rab, 25 Nov 2020 02:53:13am

NEWS ASPIRAS RAKYAT.COM KUPANG - Tim Penasihat Hukum (PH), Stefanus Sulayman meminta Majelis Hakim membebaskan terdakwa dari segala tuntutan Jaksa...

Wagub Minta  Perangkat Daerah Kerja Serius Tingkatkan Progres Upaya Pencegahan Korupsi

Sen, 23 Nov 2020 11:12:09am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG - Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi (JNS)  meminta para pimpinan Perangkat Daerah (PD) lingkup Pemerintah...

KADIS PUPR PROV NTT , MAKSI NENABU : JALAN RUSAK DI KM 22 JURUSAN KUPANG BAUN SEGERA DIPERBAIKI

Ming, 22 Nov 2020 11:38:35pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG – Ruas Jalan Provinsi Jurusan Kupang-Baun, tepatnya di Kilometer 22 desa Marena, dikeluhkan masyarakat setempat...

Tuntutan JPU Tidak Sesuai Fakta Sidang dan Dinilai Gagal Menegakan Keadilan

Kam, 19 Nov 2020 11:46:56pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG - Penasihat Hukum Terdakwa Yohanes Sulayman (YS) dalam pledoi (nota pembelaannya, red) menilai Tuntutan Jaksa...

Sidang Tipikor : Jaksa Tuntut Stefanus 18,5 Tahun Penjara Karena Perkenalkan Debitur ke Bank

Sel, 17 Nov 2020 04:09:53pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG - Karena menjual asetnya kepada 5 orang calon debitur Bank NTT dan memperkenalkannya kepada pihak Bank NTT, Jaksa...

PASIEN COVID-19 YANG SEMBUH KESULITAN HIDUP NORMAL

Sen, 16 Nov 2020 11:31:26pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM JAKARTA – Dilansir dari CNN Indonesia bahwa  studi terbaru menunjukkan pasien yang telah sembuh...

2 PENGENDARA MOTOR HADANG SEORANG IBU DENGAN PISAU DI SIMPANG JALAN INA BOI

Ming, 15 Nov 2020 12:36:03pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG – Warga Kota Kupang diminta berhati-hati jika melewati simpang jalan raya seputaran Gedung Ina Boi Kota Baru....

STATUS COLLECT 2, KREDIT CV MM LINEN BELUM MACET

Ming, 15 Nov 2020 11:02:48am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG -  Status kredit Direktur CV MM Linen, Yohanes Sulayman (YS) dengan nilai sekitar Rp 44 Milyar belum dapat...

JPU Tuntut 26,5 Tahun Penjara : PH YS katakan Sangat Fantastis Karena Tidak Ada Hal Yang Meringankan Terdakwa

Jum, 13 Nov 2020 04:41:06am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM KUPANG - Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Perkara Dugaan Korupsi Kredit Macet Bank NTT dengan terdakwa Yohanes Sulayman...

Video Terbaru

bannerrwr

Berita Terbaru

bannerrwr

Pendidikan Terbaru

Pendidikan Terbaru

Berita sosmed 2

Jum, 15 Nov 2019 02:18:45am

Berita medsos

Jum, 15 Nov 2019 02:16:13am
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Lewat ke baris perkakas