News Aspirasi Rakyat - Faktual, Investigatif, Berimbang
22 Jun 2020

Gaji 34 Karyawan BLUD SPAM NTT Tak Dibayar Selama 4 Bulan

Admin - Dilihat 165 kali
th (5)

Kupang, Suara Flobamora.Com – Gaji 34 orang karyawan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Sistem Pelayanan Air Minum (SPAM) Provinsi NTT tidak dibayar selama 4 bulan pada tahun 2020.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim media ini dari sumber yang sangat layak dipercaya, gaji 34 orang karyawan BLUD SPAM NTT tak mampu dibayar oleh manajemen sejak Februari s/d April 2020.

“Gaji 34 orang karyawan BLUD SPAM sudah tidak dibayar selama 4 bulan. Pimpinan BLUD SPAM Joseph Lewa tidak peduli dengan nasib karyawan yang sedang resah saat ini. Karena itu, karyawan berencana untuk demo ke Dinas PUPR NTT karena BLUD SPAM dibawah koordinasi (semacam UPTD, red).

Kepala BLUD SPAM NTT, Joseph Lewa yang berusaha dikonfirmasi tim media ini berulang kali pada pekan lalu terkesan mengelak.  Telepon wartawan tidak dijawab Joseph Lewa.  Dihubungi melalui pesan WhatApp (WA) pun, Ia tidak merespon walaupun telah dibaca.

Sementara Kepala Dinas PUPR NTT, Maxi Nenabu yang dihubungi melalui pesan WA, enggan memberikan klarifikasi. “Adik minta saja klarifikasi dari Kepala BLUD SPAM,” tulisnya.

Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, BLUD SPAM tidak mampu membayar gaji para karyawan karena kesalahan manajemen.  “Air tilong sudah 2 bulan lebih tidak disuplai kepada 7 pengguna di Kota Kupang, termasuk PDAM Kota Kupang.  Ini terjadi karena air yang disuplai tidak memenuhi standar air baku,” ujar sumber yang tahu betul tentang pengelolaan BLUD SPAM.

Air buku yang disuplai, lanjutnya, tidak memenuhi standar karena ketiadaan tawas (bahan pemurni air, red) dalam 2 bulan terakhir.  “Tawas yang dibeli harganya tinggi tapi berkualitas rendah sehingga air baku yang dihasilkan tidak layak minum.  Karena itu, air Tilong yang diolah BLUD SPAM tidak dapat dijual kepada pelanggan,” ungkapnya.

Karena air Tilong tidak dapat dijual, jelasnya, maka BLUD SPAM tidak memperoleh pendapatan dari pembayaran pelanggan. “Kalau tidak ada pendapatan, mau bayar gaji pakai apa? Ini terjadi karena mis manajemen dan mis orientasi pimpinan BLUD SPAM,” tandasnya.

Informasi yang dihimpun tim media ini dari berbagai sumber terkait, BLUD SPAM didirikan Pemprov NTT sekitar 9 tahun lalu sebagai syarat untuk mengelola air baku dari Bendungan Tilong dengan debit 150 liter/detik.  Sejak awal didirikan, BLUD SPAM dibiayai oleh APBD NTT sekitar Rp 3 M per tahun. Alokasi dana dari APBD itu terus menurun setiap tahun dengan rencana suatu saat akan bisa mandiri tanpa dukungan subsidi.

Selama ini, BLUD SPAM menjual air baku kepada 7 pelanggan utama, antara lain ke PDAM Kota, perumahan Matani, Undana, PT. Angkasa Pura (Bandar El Tari, red) dan beberapa hotel besar di Kota Kupang. Dari hasil penjualan air tersebut, secara perlahan ketergantungan BLUD SPAM terhadap pembiayaan dari APBD NTT terus berkurang dari tahun ke tahun.

Hingga pada tahun 2018, BLUD SPAM telah mampu membiayai diri sendiri. Karena itu, seharusnya sejak tahun 2019 BLUD SPAM telah mandiri tanpa disubsidi oleh APBD NTT. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya, sejak tahun 2019, BLUD SPAM semakin tidak terurus dan gaji 34 orang karyawan tidak dibayar sekitar 4 bulan. (sf/tim)

0 0 votes
Article Rating

Baja Juga

Comment

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed

Gubernur VBL Kunjungi Kampus ATK Kupang

Rab, 16 Jun 2021 08:18:01am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG - Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan kunjungan ke Kampus Akademi Teknik Kupang (ATK) pada selasa...

Program Kampus Merdeka Siapkan Mahasiswa yang Mampu Hadapi Tantangan Perubahan Global

Sel, 15 Jun 2021 06:50:28pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, JAKARTA - Perubahan global yang terjadi dengan sangat cepat dan tak terduga menimbulkan tantangan tersendiri bagi seluruh...

Polres Ende Lakukan Latihan Pra Operasi Berantas Premanisme dan Kenakalan Remaja

Sel, 15 Jun 2021 05:47:29pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, ENDE -  Melalui Bimtek Latihan Pra Operasi Kita Tingkatkan Profesionalisme Polri dalam Pemberantasan Aksi Premanisme,...

Penasehat Hukum JCNS Kecewa Dengan Putusan Majelis Hakim dan Siap Lapor Komisi Yudisial

Sel, 15 Jun 2021 07:47:06am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG -  Vonis (keputusan, red) Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Oelamasi, Kabupaten Kupang yang menyidangkan kasus...

Empat Muda-Mudi NTT Raih Anugerah Putri-Putri Tari Indonesia 2021

Sel, 15 Jun 2021 06:37:58am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, MAUMERE - Empat (4) Putera-Puteri Tari Nusa Tenggara Timur berhasil meraih prestasi membanggakan dan mengharumkan nama...

Ketua Umum PWRI, Dr. Suryanto PD Mengutuk Keras Tindakan Premanisme Terhadap Wartawan

Sen, 14 Jun 2021 12:21:37am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, JAKARTA – Aksi terror kepada wartawan kembali terjadi. Rumah wartawan Harian Metro 24, Sofyan, dibakar oleh orang oleh...

Pemprov Kaltara Serahkan Bantuan Bagi Korban Bencana Alam Seroja di NTT

Jum, 11 Jun 2021 02:47:57pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara turut memberikan bantuan bagi para korban bencana alam seroja di NTT. Bantuan...

Transmigran Morowali Ditelantarkan, Anwar Hafid : Saya Sedih dan Kecewa

Jum, 11 Jun 2021 02:02:06pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, MOROWALI - Anggota Komisi II DPR RI  Fraksi Partai Demokrat, Drs H Anwar Hafid MSi merasa sangat berdosa dengan masyarakat...

Polri Ingatkan Aksi Premanisme Tak Ada Ruang di Indonesia : Kami Tindak Tegas

Jum, 11 Jun 2021 11:32:43am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, SURABAYA – Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono, Jumat (11/6/2021) pagi, menyampaikan bahwa saat ini Polri...

OJK Dukung Perkembangan Ekonomi Digital Melalui Transformasi di Sektor Jasa Keuangan

Kam, 10 Jun 2021 08:10:05pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, JAKARTA - Sektor keuangan merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dalam perkembangan ekonomi digital di Indonesia. Untuk...

Video Terbaru

iklan-bupati-ende-yg-di-pake

Berita Terbaru

Pendidikan Terbaru

Pendidikan Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Lewat ke baris perkakas