News Aspirasi Rakyat - Faktual, Investigatif, Berimbang
Foto

BAJAWA, NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM – Pendamping Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Karolina Bhoki Lede, S.Pd, merasa dirinya diintimidasi oleh Korkab PKH Kabupaten Ngada, Emanuel Rato, sehingga dirinya merasa tidak nyaman melakukan tugas pendampingan terhadap Keluarga Harapan di wilayah tugasnya.

Karena merasa tidak nyaman terhadap perlakukan tersebut, Karolina Lede pun membuat surat terbuka yang ditujukan kepada Menteri Sosial, Gubernur dan Wakil Gubernur Provonsi Nusa Tenggara Timur, Dinas Sosial Provinsi NTT, Bupati Ngada dan Koordinator PKH Wilayah NTT III, serta tembusannya dikirim ke berbagai media yang ada di NTT.

Inilah Petikan Surat Terbuka yang dibuat dan dikirim oleh Karolina Bhoki Lede,

Senin 22 Februari 2021

Surat terbuka dari saya Pendamping PKH Kabupaten Ngada (Kecamatan Bajawa)

Kepada :

Yang saya hormati KEMENTERIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA (Menteri Sosial, Ibu Tri Rismaharani)

Yang saya hormati Gubernur NTT dan Wagub, serta dinas sosial NTT

Yang saya hormati Koordinator Wilayah NTT III

Yang saya hormati Bupati Ngada (Plh Bupati Ngada)

Yang saya hormati Bapak Bupati Ngada terpilih

Dan juga yang saya banggakan media sosial sebagai wadah terbuka ketika saya merasa perlu membuat surat terbuka ini atas dasar ketidak nyamanan yang sedang saya alami saat ini.

Melalui surat terbuka ini saya ingin menyampaikan ketidaknyamanan saya yang sangat mengganggu saya selama ini.

Berawal dari terlibatnya Koordinator PKH Kabupaten Ngada (KORKAB) dan salah satu SDM PKH (Pendamping PKH Kecamatan Bajawa Utara) dalam politik praktis tahun lalu. Tepatnya pada tanggal 04 Desember 2020 ketika saya dimintai keterangan mengenai SDM PKH berpolitik praktis dan mengintimidasi masyarakat dampingan saya, sejak saat itu KORKAB mulai membuat polemik di lapangan yang mana sasarannya adalah masyarakat dampingan saya.

Dengan modus penilainan kinerja kerja yang mana tidak berjalan sesuai kode etik. Saat itu juga saya dikeluarkan dari group resmi SDM PKH Kab. Ngada dan group Informasi Pendamping PKH oleh admin KORKAB. Sebelum saya dikelurakan dari group saya diinformasikan bahwa salah satu masyarakat dampingan saya dipindahkan sepihak oleh KORKAB ke pendamping lain sehingga saat itu saya tidak bisa melakukan pemuktahiran data.

Tidak habis di situ saja KORKAB dengan serta merta japri saya via WA  bahkan mengancam saya secara langsung akan memecat saya. Sebelum mengancam saya KORKAB melakukan siraman rohani dengan mewartakan ayat-ayat injil kepada saya bahkan dengan beraninya membahas soal pribadi saya. Saya kira habis di situ saja tapi ternyata KORKAB diam2 membuat polemik di lapangan, membuat somasi tidak percaya terhadap saya.

Bahkan saat semua bukti-bukti sudah saya rekam KORKAB masih tetap nekat membuat polemik2 baru. Tepatnya tanggal 10 Februari 2021 saya memenuhi surat panggilan dengan agenda pemindahan wilayah dampingan tapi setiba saya di kantor agennya lain. Di sana saya diwawancara oleh Kasie Pemberdayaan  Komunitas Adat Terpencil (KAT).

Anehnya saat itu ketika hasil wawancara diprint ada 2 lembar yang berisikan pertanyaan-pertanyaan yang tidak ditanyakan kepada saya bahkan sudah ada keterangan jawabannya. Saya disuruh tidak perlu membaca lagi langsung tandatangan namum saat itu saya bersih keras harus membaca dengan teliti. Pada akhirnya Kasie dengan cepat merampas lembaran hasil print sambil bilang aduh itu om salah print ketika saya tanya kenapa ada itu pertanyaan dan tiba-tiba sudah ada jawaban.

Setelah semuanya saya revisi sebaik mungkin dan memakan waktu dari jam 11 hingga jam 3 akhirnya ditandatangani oleh saya dan Kasie sedangkan KORKAB tidak mau tandatangan. Sebelum Kasie tandatangan sempat terjadi adu mulut antara saya Kasie dan KORKAB karena mereka tidak memberi izin untuk saya pegang satu hasil wawancara sebagai arsipnya saya.

Bahkan saya minta fotopun tidak dikasih. Katanya itu dokumen rahasia namun karen saat itu saya tetap bersih keras minta saya harus foto semuanya akhirnya merekapun kasih namum dengan terpaksa bahkan saat Kasie tanda tanganpun dengan terpaksa.

(Bukti ada kecurangan di sana sudah saya simpan baik-baik dalam bentuk video dan foto).

Kemarin tepatnya hari Minggu, 22 Februari 2021 saya menerima surat dari dua orang anak laki-laki yang katanya disuruh KORKAB namun saya dipaksa tandatangan terima surat pada tanggal 18 Februari 2021. Dalam isi surat saya dibilang tidak memenuhai panggilan untuk memberi keterangan sedangkan surat baru saya terima kemarin sore.

Saya langsung kontak KORKAB via WA dan katanya itu surat Kasie yang buat. Saya kontak Kasie via WA namun tidak direspon.

Saya bahkan sudah bilang ke Bpk Kadis DINSOS dan Pak Korwil kalau saya tidak akan mau ketemu KORKAB, bukan saya tidak kooperatif tapi bagaimana bisa saya ketemu orang yang jelas-jelas tidak profesional bahkan sumber polemik datangnya dari beliau.

Saya pernah melakukan pengaduan ketidaknyamanan yang saya rasakan ke pihak kepolisian namun tidak diterima saat itu jadi saya memilih diam. Namun ada saja caranya KORKAB yang sangat mengganggu saya. Dengan begitu percaya dirinya KORKAB bilang ke saya ingat Olin kita masih ada hubungan keluarga dalam urusan keluarga ma de ngaru azi bhai nge laga de ngaru kae dan ingat saya KORKAB nanti bukan saya yang pecat kau tapi PKH yang akan pecat kau.

Sungguh saya merasa tidak nyaman bahkan ketika ada pertemuan tertutup saya disuruh jangan kasih tahu siapapun kalau saat itu ada pertemuan dan saya dilarang untuk merekam. Kalau saya langgar berarti saya tidak melawan perorangan namum saya melawan instansi.

Sekian sepintas kronologis kejadian.

Mohon maaf jika saya salah.

Hormat saya,

Karolina Bhoki Lede, S.Pd

Tembusan :

Untuk semua media dan pers di Provinsi NTT

#kemensosRI

#kemensoshadir

#KemensosBangkit

#areapkh

#pkhindonesia

#kemensosri

#linjamosoke

#dinsosngada

#bupatingada

#ngada

#flores

#ntt

#indonesia

4 2 votes
Article Rating

Baja Juga

Comment

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed

Proyek Insenerator Dinas LHK NTT Senilai Rp 5,9 M Bermasalah

Sab, 10 Jul 2021 12:39:24am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG – Proyek pembangunan Insenerator (mesin pengolah limbah B3) senilai  Rp 5,9 Milyar pada Dinas  Lingkungan Hidup...

Desa Kaeneno Terang, Kades dan Masyarakat Ucap Terimakasih Bapak Gubernur

Kam, 8 Jul 2021 05:07:04pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), Kamis 08/07/2021, bertempat di ruang kerjanya, ...

Pusat Kajian Pendidikan dan Budaya Dewantara Lakukan Webinar Kebangsaan Untuk  Menguatkan Rasa Nasionalisme

Rab, 7 Jul 2021 09:28:11am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, JAKARTA - Pusat Kajian Pendidikan dan Budaya Dewantara/Yayasan Karakter Pancasila, melakukan kegiatan Webinar Kebangsaan...

Pemimpin Harus Mampu Tarik Orang Lain Dengan Teladan

Sel, 29 Jun 2021 03:30:49am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, Kupang - Wakil Gubernur NTT,  Josef Nae Soi (JNS)  menegaskan, pemimpin harus mampu mewujudkan semangat perubahan lewat...

Vaksinasi Covid-19 bagi Anak 12-17 Tahun Segera Dimulai

Sen, 28 Jun 2021 10:12:16pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, JAKARTA - Pemerintah akan segera melakukan vaksinasi Covid-19 bagi anak-anak berusia 12-17 tahun. Hal tersebut dipastikan...

Pengukuhan dan Pelantikan DPD Ikatan Alumni Lemhanas Provinsi NTT masa jabatan 2021-2026

Jum, 25 Jun 2021 01:51:54am

NEWS ASPIRASI RAKYAR.COM, KUPANG - Ketua Umum DPD DPD Ikatan Alumni Lemhanas, Jend. TNI. Purnawirawan Agum Gumelar melantik Dewan Pengurus Daerah...

Pater Gregorius Neonbasu SVD : Tari Perang Bernilai Sosial Untuk Kepentingan Bersama

Rab, 23 Jun 2021 05:33:37am

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, KUPANG – Pater Gregorius Neonbasu, SVD, yang adalah seorang antropolg asal NTT ini, mengatakan bahwa pada umumnya Tarian...

Ketua Umum PWRI Minta Bupati Bogor Jelaskan Maksud Ucapan Wartawan Bodrex

Sel, 22 Jun 2021 05:15:40pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Dr. Suriyanto PD angkat bicara terkait penyataan Bupati...

Kabid Kebudayaan TTS Oktan Betty : Tari  Ma’ekat adalah Tari Pengikat Persaudaraan  Setelah Perang

Sen, 21 Jun 2021 03:53:25am

NEWS ASPIRASI RAKYAT, SOE TTS – Tari Ma’ekat adalah Tari pengikat kembali persaudaraan yang sebelumnya telah terjadi silang pendapat dan...

Tim Peneliti BPNB Provinsi Bali : Tari Ma’ekat Adalah Ceritera Kegigihan Perang Manjaga Tanah Ulayat

Ming, 20 Jun 2021 04:47:39pm

NEWS ASPIRASI RAKYAT.COM, SOE TTS – Tim Peneliti Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Provinsi Bali, yang terdiri dari I Gusti Ayu Armini,...

Video Terbaru

iklan-bupati-ende-yg-di-pake

Berita Terbaru

Pendidikan Terbaru

Pendidikan Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Lewat ke baris perkakas